“Banyak orang datang ke DIY karena keistimewaan, pendidikan dan seni budayanya. Masyarakat DIY mengajarkan saya soal unggah-ungguh hingga adab yang baik," kata Ganjar.
Ganjar menyebut, masyarakat DIY patut telah memberikan contoh pendidikan yang baik. Belajar tidak sekadar mengejar kepintaran, namun juga mengajarkan perilaku yang baik. “Itu karakter masyarakat DIY. Sungguh istimewa,” katanya.
Kampanye Akbar yang dikemas dalam Hajatan Rakyat ini juga dihadiri oleh Ketua TPN Arsjad Rasjid, Yenny Wahid, Butet Kartaredjasa yang dimeriahkan dengan penampilan grub band Slank.
Dalam kampanye ini penuh dengan sentuhan budaya, lantaran juga ditampilkan 333 penari angguk. Tari Angguk merupakan tarian khas Kulonprogo. Selain itu juga ada 18 seniman yang melukis on the spot di lokasi kampanye.
Editor: Kastolani Marzuki