Kasus Covid-19 Tinggi, Kulonprogo Tetap Buka Objek Wisata

Antara ยท Jumat, 25 Juni 2021 - 02:03:00 WIB
 Kasus Covid-19 Tinggi, Kulonprogo Tetap Buka Objek Wisata
Wisatawan menikmati keindahan Pantai Glagah. Meski Covid-19 naik, objek wisata di Kulonprogo tetap dibuka. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Pemkab Kulonprogo tetap membuka seluruh objek wisata yang dikelola pemerintah dan masyarakat. Padahal penambahan harian kasus Covid-19 di wilayah ini tinggi.

Ada delapan objek wisata di Kulonprogo yang dikelola oleh pemkab yakni Gua Kiskendo, Waduk Sermo, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kebun Teh Nglinggo, Wisata Alam Tritis, Kawasan Menoreh Barat, dan Pantai Glagah. Hingga kini seluruh objek wisata tersebut masih buka dan menerima wisatawan dari berbagai daerah.

"Kami tidak akan menutup objek wisata sampai ada aturan dari Pemda DIY. Kalau sudah ada surat edaran atau imbauan yang ditujukan kepada pemkab,  kami akan melakukan penutupan sesuai prosedur yang ada," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito, di Kulonprogo Kamis (24/6/2021).

Dia mengatakan Dispar telah bersinergi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo dalam penegakan protokol kesehatan di objek wisata. 

Selain itu, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pelaku wisata untuk menerapkan protokol kesehatan di objek wisata, supaya tidak terjadi penyebaran  Covid-19.

"Kami berharap objek wisata tidak ada penutupan. Sektor pariwisata ini sebagai pengungkit sektor ekonomi, kalau ditutup maka perekonomian kembali lesu. Hanya saja, kita semua harus mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan benar," katanya.

Namun demikian, Joko Mursito mengatakan pihaknya tetap waspada,  dan selalu melakukan analisis terhadap perkembangan situasi dan kondisi yang ada. 

Alasan lain yang membuat Pemkab Kulonprogo belum bisa menutup objek wisata karena masih mempertimbangkan risiko imbas pemberlakuan kebijakan tersebut. Menurutnya, kalangan yang paling terdampak kebijakan ini adalah para pelaku usaha di kawasan destinasi wisata.

"Kami masih melihatnya demikian karena begitu  tutup destinasi, ikutannya banyak sekali, contoh Pantai Glagah yang PAD-nya cukup tinggi, kalau tutup  kan tidak hanya sekadar tutup destinasinya, tapi di dalam  kan banyak pedagang yang kena imbasnya," katanya.

Selain itu, Dispar juga menggencarkan pemantauan protokol kesehatan tidak hanya di destinasi wisata yang dikelola pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2