Kasus Demam Berdarah Dengue di Kulonprogo Melonjak, Dinkes Catat Rekor Tertinggi

Kuntadi ยท Kamis, 10 November 2022 - 16:51:00 WIB
Kasus Demam Berdarah Dengue di Kulonprogo Melonjak, Dinkes Catat Rekor Tertinggi
Kasus DBD di Kulonprogo tertinggi sepanjang 24 tahun. (Foto: Ilustrasi/Ist)

KULONPROGO, iNews.id - Dinas Kesehatan Kulonprogo mencatat rekor kasus demam berdarah dengue (DBD) di 2022 menjadi yang tertinggi selama 24 tahun terakhir. Sampai dengan bulan Oktober sudah ada 645 kasus dan lima di antaranya meninggal.  

“Tahun ini puncak siklus enam tahunan dan tahun ini tertinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Sri Budi Utami, Kamis (10/11/2022). 

Sri Budi mengatakan, dalam siklus enam tahunan selama ini kasusnya fluktuatif. Pada 2004 ada 237 kasus, 2010 ada 472 kasus dan 2016 ada 381 kasus. Tahun ini tertinggi dengan 645 kasus. Sedangkan penyebaran kasus ini merata di 12 kapanewon. 

Kasus tertinggi di Kapanewon Wates 96 kasus, Sentolo 89, Galur 82, Panjatan 79, Nanggulan 60 dan Lendah 42. Sedangkan di Girimulyo ada 39, Kokap 37, Pengasih 34, Samigaluh 31, Kalibawang 30 dan Temon 26. 

“Dulu hanya di dataran rendah, sekarang semuanya ada baik di dataran tinggi sedang sampai rendah,” ujarnya. 

Kasus DBD tertinggi ditemukan pada rentang usia 15-43 tahun dengan 352 orang, di atas 44 tahun ada 140 orang. Sedangkan antara 5-14 tahun ada 116 orang dan balita 30 orang. 

“Untuk kasus kematian ada lima di Wates, Panjatan, Galur, Pengasih dan Samigaluh,” katanya. 

Untuk mencegah penularan, Dinkes minta masyarakat mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).  Cara ini lebih efektif dibanding menggunakan pengasapan (fogging). 

“Selain biayanya mahal, fogging juga berdampak nyamuk menjadi lebih kebal,” katanya. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati mengatakan, untuk penanganan pasien telah disiapkan sembilan rumah sakit, 21 puskesmas dan 13 klinik.

“Kami juga melakukan pengendalian vektor, tata laksana kasus, surveilans epidemiologi, penanggulangan kasus bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) dan penyuluhan,” ujarnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: