Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Anggota DPRD DIY Dipolisikan

Kuntadi ยท Kamis, 28 Februari 2019 - 09:17 WIB
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Anggota DPRD DIY Dipolisikan
Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Seorang warga Kalibawang melaporkan oknum anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berinisial ALB ke Polres Kulonprogo. Laporan polisi (LP) itu atas kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan jual beli mobil.

"Benar ada laporannya. ALB dilaporkan pada 14 Februari atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan," ujar Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution di Mapolres, Rabu (27/2/2019).

Diketahui, isi laporan polisi itu menyebutkan, pelapor dalam hal ini korban telah menyerahkan uang secara bertahap hingga senilai Rp153 juta kepada terlapor untuk pembelian mobil. Saat itu terlapor menyanggupi dan menyerahkan mobil jenis Toyota Avanza.

Namun belakangan mobil tersebut ditarik pihak leasing karena ternyata pembelian kendaraannya dilakukan secara kredit. Sementara korban merasa telah menyerahkan uang yang nilainya setara dengan harga mobil bekas. Atas permasalahan itu, korban memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan oknum terlapor yang merupakan anggota DPRD DIY tersebut.

Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Kulonprogo. Sudah ada empat saksi yang diminta keterangan. Polisi juga telah mengamankan barang bukti empat buah kwitansi pembayaran uang dari korban ke terlapor.

"Untuk terlapornya belum kami periksa. Tetapi dia cukup proaktif," kata Kapolres.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap terlapor akan dilakukan sesuai dengan hasil keterangan korban atau saksi. Selain itu, karena status terlapor merupakan anggota DPRD DIY, akan dicek untuk pemeriksaannya membutuhkan izin kepala daerah atau tidak.

"Kami akan lihat nanti hasil penyelidikan seperti apa untuk perkembangan kasusnya," ucapnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihak terlapor belum dapat dikonfirmasi. Beberapa pengurus DPC Partai Gerindra juga belum bersedia memberikan keterangan.


Editor : Donald Karouw