Kekerasan di Papua Tinggi, Peneliti UGM: Masyarakatnya Ingin Hidup Damai

Kuntadi ยท Senin, 30 November 2020 - 21:40:00 WIB
Kekerasan di Papua Tinggi, Peneliti UGM: Masyarakatnya Ingin Hidup Damai
Peneliti Gugus Tugas Papua UGM berfoto dengan masyarakat Papua. (foto: istimewa)

SLEMAN, iNews.id – Kasus kekerasan yang terjadi di Papua masih cukup tinggi dan telah menimbulkan ratusan korban jiwa. Masyarakat di sana ingin hidup nyaman dan damai.

Peneliti Gugus Tugas Papua UGM Gabriel Lele mengatakan, timnya menemukan 204 tindak kekerasan di Provinsi Papua dan Papua Barat selama 2010 sampai Mei 2020. Kasus yang ada melibatkan warga masyarakat, aparat keamanan, dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Tim telah melakukan penelusuran di lapangan dan menggunakan pendekatan riset media lokal. Hasilnya, ada 118 kasus yang dilakukan oleh KKB. Sedangkan 42 kasus lainnya dilakukan oleh warga, 29 oleh TNI/Polri dan 16 oleh orang tak dikenal (OTK).

“Kasus kekerasan ini telah menyebabkan 1.869 orang menjadi korban dan 356 meninggal dunia,” katanya.

Korban meninggal didominasi dari masyarakat sipil sekitar 250 orang atau setara 70 persen. Selain itu ada 46 personel TNI, 34 polisi, dan 26 anggota KKB yang meninggal. Pada 2017 korban terbanyak mencapai 635 orang, sedangkan pada 2019 ada 250 orang.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2 3