Kekurangan Oksigen, IGD RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo Ditutup

Antara ยท Kamis, 01 Juli 2021 - 09:54:00 WIB
Kekurangan Oksigen, IGD RSUD Nyi Ageng Serang Kulonprogo Ditutup
RSUD Nyi Ageng Serang di Kabupaten Kulonprogo. (Foto : Istimewa)

KULONPROGO, iNews.id - Ketersedian oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo Kulonprogo bagi pasien, khususnya terkonfirmasi Covid-19 menipis. Pihak rumah skit terpaksa menutup Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Penutupan Instalasi Gawat Darurat RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) dari Rabu, 14.00 WIB hingga Kamis (1/7) pada 12.00 WIB.

Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Hunik Rimawati di Kulon Progo, Rabu, mengatakan sejak empat hari terakhir, ketersediaan oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang sangat terbatas.

"Stok oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang menipis. Kami memperkirakan ketersediaan oksigen hanya bisa mencukupi hingga sore tadi. Sementara itu, di RSUD Nyi Ageng Serang masih ada 24 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat, dan kami hari ini merujuk dua pasien terkonfirmasi Covid-19 yang membutuhkan oksigen banyak," ujarnya.

Dengan ketersediaan oksigen yang ada di rumah sakit, tidak memungkinkan bagi rumah sakit itu menerima pasien di IGD. "Sehingga kami tutup sementara IGD," kata Hunik.

Dia mengatakan saat ini, pihaknya masih menunggu kiriman oksigen dari distributor. Berdasarkan informasi, RSUD Nyi Ageng Serang akan kembali mendapat pasokan oksigen lagi sebanyak 20 - 25 tabung yang dijadwalkan tiba malam ini. 

Saat ini, pihaknya menata ketersediaan oksigen yang masih ada supaya cukup untuk mencukupi kebutuhan 24 pasien Covid-19 yang masih dirawat ini.

"Kami menutup sementara ini dengan berat hati. Selama empat hari terakhir ini, kami meminjam stok oksigen ke puskesmas dan RSUD Wates, karena kami sangat tergantung pada pasokan oksigen dari Yogyakarta," katanya.

Selain itu, Hunik mengakui saat ini, RSUD Nyi Ageng Serang juga kekurangan tenaga medis, karena sebanyak 17 tenaga kesehatan, tiga diantaranya bidan terpapar Covid-19. 

Pelayanan medis di RSUD Nyi Ageng Serang dibagi dalam tiga sif, namun dengan adanya 17 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, pihaknya kesulitan mengatur SDM di rumah sakit.

"Pelayanan pasien di IGD sempat ramai sekali, karena ada empat terkonfirmasi Covid-19, dan semua bangsal penuh. Kami mencari tenaga kesehatan yang tidak memiliki komorbit untuk ditempatkan dalam penanganan pasien Covid-19," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: