Kereta Prameks Solo-Jogja Akan Pensiun, KRL Jadi Penggantinya

Agregasi Solopos ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 08:44 WIB
Kereta Prameks Solo-Jogja Akan Pensiun, KRL Jadi Penggantinya
Ilustrasi KRL (Foto: iNews.id/Irfan Ma`ruf).

SOLO, iNews.id - Kereta api rel listri alias KRL segera beroperasi menggantikan KA Prameks yang melayani rute Solo-Jogja. KRL ini ditarget mulai beroperasi pada Oktober 2020 untuk rute Jogja-Klaten.

KRL seperti yang beroperasi di Jabodetabek ini merupakan pengganti KA Prameks yang selama ini menjadi primadona. Penggantian moda transportasi ini dilakukan karena beberapa faktor, salah satunya efisiensi. KRL dianggap jauh lebih efisien dalam penggunaan energi sehingga bisa mengurangi emisi karbon.

Diketahui, KRL ini memiliki sejumlah keistimewaan dibandingkan KA biasa. Dari segi daya tampung, KRL digadang-gadang bisa mengangkut lebih banyak penumpang.

KRL juga diklaim lebih hemat lantaran menggunakan listrik sebagai energi utama. Di samping itu, KRL dianggap lebih ramah lingkungan. Hal ini berbeda dengan KA Prameks yang merupakan Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE).

Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengatakan, saat ini PT KAI sedang merampungkan elektrifikasi jaringan listrik aliran atas (LAA) rute Solo-Jogja. Proyek ini sudah mulai dibangun sejak tahun lalu, dengan fokus pada pendirian tiang pancang.

“Tiang pancang sudah terpasang, begitu pula dengan jaringan LAA. KRL segera beroperasi bertahap dimulai dulu Jogja-Klaten awal Oktober lalu akhir tahun target Jogja-Solo,” ujarnya dikutip dari Solopos.com, Minggu (28/6/2020).

Zulfikri menjelaskan KRL ini mendesak segera dijalankan mengingat kapasitas KA lokal Prameks tidak mampu lagi menampung animo penumpang relasi Jogja-Solo pergi pulang (PP) setiap harinya. Nantinya KRL bakal menggantikan peran KA Prameks yang melayani rute Jogja-Solo PP.

Sebagai permulaan, pihaknya telah memesan 10 train set produksi PT Inka. Sementara satu train set biasanya terdiri dari 10 rangkaian gerbong. Namun demikian, pengoperasian train set tersebut bisa jadi bertahap tergantung dengan sistemnya apakah sama dengan KRL di Jabodetabek.

“Ini menggantikan KA Prameks. Sementara KA Prameks nanti bisa dipakai untuk lainnya menilik kebutuhan PT KAI juga masih banyak. Soal tarif sementara sama karena sifatnya pengganti KA lokal,” ucapnya.

Progres dan kesiapan KRL Solo-Jogja ini ditinjau langsung Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, baik di Stasiun Klaten maupun Stasiun Solo Balapan. Menurutnya, Yogyakarta dan Solo merupakan salah satu daerah yang secara transportasi sangat lengkap.

“Yogyakarta dan Solo punya antar-moda terbaik dan bisa dijadikan contoh kota lain,” ucapnya.


Editor : Nani Suherni