Ketahuan Selingkuh, Caleg Partai Berkarya Digerebek Warga

Kuntadi ยท Senin, 10 Desember 2018 - 16:22 WIB
Ketahuan Selingkuh, Caleg Partai Berkarya Digerebek Warga
Ilustrasi perselingkuhan. (Foto: Okezone)

SLEMAN, iNews.id – Seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Berkarya, RH digrebeg polisi dan warga karena diduga melakukan perselingkuhan dengan wanita lain berinisial KDA (43) di sebuah rumah kos di Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (9/12/2018) dini hari. Penggerebegan ini dilakukan bersama dengan SUG, suami KDA yang sebelumnya mengikuti kedua pelaku.

“Penggerebekan itu dilakukan setalah suami dari KDA, melapor. Setelah penggerebekan itu, kedua pelaku diamankan ke Polsek Depok Timur untuk proses lebih lanjut,” kata Panit Reskrim Depok Timur, Ipda Bambang Widyatmoko, Senin (10/12/2018).

Dari pemeriksaan, diketahui keduanya merupakan sahabat lama. Namun dalam dua bulan terakhir mereka semakin intensif menjalin hubungan. Apalagi status RH saat ini seorang duda. Sementara itu kondisi rumah tangga KDA juga terancam bubar dan sedang dalam proses cerai di pengadilan agama.

RH merupakan caleg Partai Berkarya untuk DPRD Bantul, Dapil II (Kecamatan Banguntapan-Piyungan). Sebelumnya, SUG mengetaui kedua pelaku akan bepergian dan mengikutinya dari kejauhan. Awalnya mereka ke Sukoharjo dan kembali ke Yogyakarta. Setelah dipastikan berada di rumah kos, dia melaporkan kepada polisi untuk melakukan pengerebekan. 

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto yang dihubungi terpisah membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, kasus ini sementara dalam penyelidikan. “Iya benar, kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT IX Dusun Manukan, Tukiman‎ mengaku datang ke lokasi setelah diminta oleh polisi untuk menjadi saksi. Saat itu ada dua mobil yang sudah menunggu di depan kost yang dipakai kedua pelaku menginap. "Pokoknya ada dua mobil dan di kamar kos ada sepasang laki-laki dan perempuan," katanya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 284 KUHP tentang perzinahan. Saat ini keduanya tidak ditahan namun wajib untuk lapor dua kali dalam seminggu.


Editor : Himas Puspito Putra