Komunitas Penyandang Disabilitas Minta Bandara NYIA Ramah bagi Difabel
YOGYAKARTA, iNews.id - Penyandang disabilitas DIY berharap fasilitas di New Yogyakarta International Airport atau NYIA, ramah bagi difabel. Terlebih bandara internasional sudah seharusnya dapat diakses semua pihak.
"Bandara NYIA kami harapkan bisa terintegrasi dengan kebutuhan disabilitas," kata Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) DIY, Ujang Kamaludin usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di kepatihan, Yogyakarta, Senin (16/7/2018).
Menurutnya, fasilitas di NYIA diharapkan bisa dipakai umum dan difabel. Dia menjelaskan sebagai contoh bagi tuna rungu ketika ada panggilan juga ada running text, atau voice penerbangan bagi yang tuna netra. Termasuk berbagai fasilitas seperti kursi roda dan toilet.
“Selama ini penyandang disabilitas belum pernah ikut diajak membahas pembangunan dan akses bandara. Kami sampaikan ide gagasan dan harapan agar fasilitas yang ada lebih ramah difabel,” ujarnya.
Ujang juga minta ada penelitian terkait keberadaan penyandang disabilitas di dalam dunia usaha dan industri, termasuk identifikasi potensi disabilitas. Hal ini penting agar mereka bisa diberikan pelatihan supaya bisa mandiri dan produktif. Menurutnya, potensi difabel di DIY cukup besar jika bisa membangun usaha dan perekonomian daerah.
"Data Jamkesus ada 31.000 penyandang disabilitas. Sementara dari data Dinas Sosial dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) 26.000," katanya.
Wakil Ketua PPDI DIY Bambang Susilo juga menambahkan, beberapa fasilitas yang masih kurang ketika pemerintah melakukan pembangunan seperti jalan trotoar kuning untuk tunanetra. Menurutnya ada beberapa yang terhalang pohon, pot dan tempat parkir sehingga menghambat akses jalan difabel. "Kami ingin agar bisa dilibatkan dalam perencanaan pembangunan," kata Susilo.
Editor: Muhammad Saiful Hadi