KPU Bantul Batasi Pengantar Paslon Mendaftar Pilkada 2020, Maksimal 20 Orang

Trisna Purwoko ยท Kamis, 03 September 2020 - 14:54:00 WIB
 KPU Bantul Batasi Pengantar Paslon Mendaftar Pilkada 2020, Maksimal 20 Orang
Ilustrasi pemilih hendak memasukkan kertas suara di kotak suara saat Pemilu 2019 lalu. (Dok Antara)

BANTUL, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul membatasi massa yang mengantar pasangan calon bupati dan wakil bupati saat mendaftar sebagai peserta Pilkada Bantul 2020. Setiap pasangan calon maksimal hanya boleh diantar 20 orang saja.

“Kita akan batasi, maksimal 15 sampai 20 orang yang boleh masuk ruangan,” kata KPU Bantul, Didik Joko Nugroho, Jumat (3/9/2020).

Pembatasan ini menjadi upaya untuk pencegahan penularan Covid-19. Sesuai regulasi, pasangan calon ini harus diantar ketua dan sekretaris dari parpol pengusung. Paslon juga harus didampingi tim penghubung untuk mempermudahkan proses koordinasi dalam pencalonan.

Didik mengatakan, sesuai Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2020, setiap pasangan calon harus melampirkan surat hasil tes swab. Hal ini sudah dikomunikasikan kepada calon yang akan mendaftar. Mereka juga sudah melakukan proses tes swab, untuk kelengkapan berkas.

“Kita sudah mendapatkan informasi, kalau pasangan yang akan mendaftar juga sudah melakukan tes swab.

Pilkada Kabupaten Bantul akan diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Bupati Suharsono yang masih menjabatb akan berpasangan dengan Totok Suharto (Noto). Sedangkan wakil Bupati Abdul Halim Muslih akan majus ebagai calon bupati berpasangan dengan Joko Purnomo (AHM-JP). Rencananya keduanya akan mendaftar esok hari.

“Rencananya kita akan daftar sekitar pukul 09.00 WIB, tetapi karena ada rapat paripurna di DPRD diajukan pukul 08.00 WIB,” kata Suharsono.

Untuk pendaftaran ini, timnya sudah melakukan persiapan. mereka akan diantarkan paengurus parpol dan para pendukungnya.
Sementara Wabup Abdul Halim Muslih, akan mendaftar usai Salat Jumat di masjid yang berada di samping KPU Bantul.

“Kita akan awali dengan salat Jumat. Dari masjid kita jalan kaki diiringi hadroh, edan-edanan dan juga bregodo.

Editor : Kuntadi Kuntadi