Mandi di Bendungan Pekik Jamal, Pelajar SD di Kulonprogo Tewas Tenggelam

Kuntadi ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 16:20 WIB
Mandi di Bendungan Pekik Jamal, Pelajar SD di Kulonprogo Tewas Tenggelam
Polisi melakukan olah TKP bocah tenggelam di Bendungan Pekik Jamal, Kulonprogo. Foto Kuntadi/iNews.id

KULONPROGO, iNews.id – Seorang bocah berusia 13 tahun, Daffa Nasril Rahmat Buchori, tewas tenggelam di Bendungan Pekik Jamal, aliran Sungai Serang yang terletak di Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, Kamis (25/6/2020). Korban yang baru saja lulus SD itu diduga tidak bisa berenang.

“Benar, ada anak tenggelam saat mandi dengan teman-temannya,” kata Kapolsek Panjatan AKP Maryanto di sela-sela olah TKP kejadian, Kamis (25/6/2020).

Dari informasi di lapangan, korban datang bersama sejumlah rekan-rekannya. Ada empat anak yang mandi dan sebagian memilih menunggu di atas. Lokasi ini menjadi favorit bagi anak-anak untuk mandi. Selain airnya dalam, mereka juga kerap terjun ke air dari atas jembatan.

Polisi masih mengembangkan informasi di lapangan. Hanya teman-teman korban yang mengetahui detail kejadian tersebut. Sementara warga sekitar yang menolong mendapati korban sudah di atas pintu air.

“Kami akan minta keterangan teman-temannya. Karena mereka anak-anak, kami harus hati-hati,” katanya.

Seorang saksi, Supri Naryono (50) mengatakan, saat dirinya datang ke TKP, posisi korban sudah di bangunan pintu air. Saat itu, ada tiga anak-anak yang berusaha mengangkat korban ke atas.

“Saya tahunya sudah di atas. Kemudian saya angkat dan saya letakkan di bawah pohon ini,” katanya.

Supri mengetahui ada anak tenggelam setelah seorang pengendara motor melintas. Saat itu, pengendara tersebut memberi tahu ada anak tenggelam di bendungan dan meninggal. Supri langsung ke TKP dan berusaha mencari korban.

“Mulutnya sudah berbusa, sepertinya saat saya angkat sudah meninggal,” katanya.

Jasad korban kemudian dibawa petugas Puskesmas Panjatan II, ke rumah sakit. Namun, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka yang ada di Pedukuhan VII Kalurahan Tayuban, Panjatan.

Korban merupakan anak pertama pasangan Susantono dan Yuni Winarsih. Tahun ini dia lulus dari SD Tayuban dan akan melanjutkan ke bangku SLTP. Selama ini korban kerap bermain dengan rombongannya di sekitar kampung saja.


Editor : Kuntadi Kuntadi