Masuk Zona Merah, 12 Padukuhan Di Sleman Tidak Bisa Gelar Salat Idul Fitri

Priyo Setyawan ยท Rabu, 12 Mei 2021 - 15:08:00 WIB
Masuk Zona Merah, 12 Padukuhan Di Sleman Tidak Bisa Gelar Salat Idul Fitri
Ilustrasi. Covid-19. (Foto: BNPB)

SLEMAN, iNews.id - Sebanyak 12 padukuhan di Sleman dipastikan tidak bisa menggelar salat Idul Fitri 1442 secara berjamaah baik di masjid  maupun di lapangan.  Hal ini lantaran pedukuhan tersebut masuk zona merah dan orange  resiko penularan Covid-19, dengan rincian tiga zona merah dan 10 zona oranye. 

Tiga padudukuhan zona merah, masing-masing  Bodeh (Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping), Plumbon Kidul (Mororejo, Tempel), dan Sengir (Sumberharjo, Prambanan). 10 padukiuhan masuk zona orange  Padukuhan Patukan (Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping); Wonorejo, Selorejo, Kuwukan (Merdikorejo, Tempel); Plumbon Lor, Plumbon Tengah, Plumbon Cilik (Mororejo, Tempel); Sorogenen 2  (Purwomartani, Kalasan); dan Karang Kalasan (Tirtomartani, Kalasan).
 
Merujuk  Instruksi Bupati Sleman No.11/2021 tentang PPKM berbasis Mikro, maka kegiatan keagamaan seperti tarawih dan salat Idul Fitri berjamaah di padukuhan yang masuk zona merah dan oranye tidak diperbolehkan.
 
Jumlah total padukuhan di Sleman ada 1.212. Di luar 12 padukuhan zona merah dan oranye tersebut, zona kuning dan hijau, sehingga  diperbolehkan menggelar salat Idul Fitri berjamaah. Meski begitu, pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Data ini berdasarkan  pemetanan  zonasi tanggal 11 Mei-16 Mei 2021,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo, Rabu (12/5/2021).

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: