Mati Mesin hingga Mundur, Kendaraan Kesulitan Lewati Tanjakan Cinomati

Trisna Purwoko ยท Sabtu, 16 Juni 2018 - 17:21 WIB
Mati Mesin hingga Mundur, Kendaraan Kesulitan Lewati Tanjakan Cinomati
Relawan dan polisi saat membantu mendorong kendaraan yang bermasalah saat melintas di Tanjakan Cinomati. (Foto: iNews/Trisna Purwoko)

BANTUL, iNews.id – Puluhan kendaraan wisatawan dari luar Kota Yogyakarta yang menuju kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan, Bantul, DIY, gagal melintas di Tanjakan Cinomati. Rata-rata kendaraan roda dua maupun roda empat tidak mampu melewati tanjakan ekstrem dengan kemiringan di atas rata-rata tersebut.

Pantauan iNews di lokasi, sejumlah kendaraan mengalami mati mesin dan nyaris mundur saat menuju jalan masuk lokasi wisata. Bahkan beberapa motor terjatuh lantaran mesin tidak mampu memacu kendaraan.

Beruntung di lokasi terdapat banyak petugas yang sudah bersiaga untuk membantu. Mereka yakni anggota Polres Bantul, petugas SAR, hingga sejumlah relawan setempat. Bukan hanya mengganjal kendaraan yang tak mampu melintas, petugas juga membantu mendorong tiap kendaraan yang memiliki masalah mesin.

Selain jalurnya yang terjal, banyak pengemudi yang merupakan wisatawan kurang mengenal medan jalan sehingga tak bisa mengendalikan secara tepat pengaturan gas kendaraan.


“Kondisi Tanjakan Cinomati memang terjal, kalau kita berdiri saja terasa mau jatuh,” kata Kapolres Bantul AKPB Sahat M Hasibuan, Sabtu (16/6/2018).

Dia mengatakan, rata-rata wisatawan dari luar Yogyakarta yang datang ke lokasi masuk melalui jalur Cinomati di Kecamatan Pleret dan Dlingo, Bantul, karena mengandalkan peralatan navigasi GPS. Padahal mereka masih kurang memahami jalur ini sebenarnya cukup berbahaya untuk dilewati.

“Jalur ini sebenarnya tidak direkomendasikan untuk dilewati oleh para wisatawan. Namun sebagian pemudik nekat masuk karena GPS menunjukkannya sebagai jalur tercepat menuju kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan,” ujar kapolres yang ikut turun lapangan dan membantu mendorong kendaraan para wisatawan tersebut.

Selain membantu mendorong kendaraan, ada juga sejumlah relawan yang memberi jasa ojek gratis bagi penumpang dan pembonceng kendaraan yang tidak kuat menanjak. “Baru pertama kali ke sini, jalannya terjal sekali. Baru lihat dan belum lewat saja sudah takut terlebih dahulu,” tutur Ellen, wisatawan asal Jakarta.


Editor : Donald Karouw