Mati Mesin, Kapal Pengangkut Es Batu Kandas di Laut Lepas Pantai Sadeng Gunungkidul

erfan erlin ยท Minggu, 24 Juli 2022 - 10:14:00 WIB
Mati Mesin, Kapal Pengangkut Es Batu Kandas di Laut Lepas Pantai Sadeng Gunungkidul
Kapal Pengangkut Es Batu Kandas di Laut Lepas Pantai Sadeng Gunungkidul (Foto: Istimewa)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Sebuah kapal sekoci pengangkut es batu bernama lambung Restu Putra kandas di sebelah Selatan pemecah ombak Pantai Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (23/7/2022) malam. Kapal sebelumnya mati mesin.

Sebelum kandas, kapal tersebut sempat terbawa arus air laut yang deras akibat pasang. Kapal sudah berusaha melempar jangkar namun tak bisa menahannya.

Koordinator Sar Satlinmas Wilayah Operasi I, Sunu Handoko mengatakan, kapal tersebut sedianya hendak pulang menuju ke Pantai Sadeng usai mengantar es balok ke tengah lautan ke kapal lain yang lebih besar. Kapal tersebut pulang dalam keadaan kosong tanpa muatan.

Kapal itu ditumpangi oleh Rakimin (48) sebagai Tekong, Soleh (51) dan Uthis (36) Anak Buah Kapal (ABK), pada pukul 17.00 WIB berlayar menuju tengah laut. Mereka berangkat ke tengah laut guna mengirimkan es balok ke Kapal Slerek.

"Ada kapal kekurangan es batu. Terus dikirim oleh kapal ini," kata Sunu Handok, Minggu (24/7/2022)

Sesudah mengantarkan es batu, kapal Sekoci Restu Putra hendak kembali ke Pantai Sadeng. Namun dalam perjalanan pulang kapal tersebut mengalami rusak mesin. Agar tidak terbawa arus, mereka kemudian menurunkan jangkar di laut lepas Pantai Sadeng.

Namun karena gelombang mulai pasang, sehingga jangkar tidak mampu menahan kapal. Kapalpun terbawa arus ke pinggir pantai dan kandas di antara batu karang yang banyak ditemukan di pantai tersebut. Kapal berhenti karena terjebak bebatuan.

“Jangkar tidak mampu menahan dan akhirnya kapal terbawa arus ke pinggir pantai dan kandas," katanya.

Para awak kapal langsung berkoordinasi dengan Tim SAR wilayah I. Anggota Sar yang menerima laporan, langsung bergegas melakukan tindakan pertolongan dibantu oleh beberapa nelayan menuju ke tempat kejadian perkara menggunakan perahu. 

Sesampainya di lokasi, mereka memastikan kondisi ABK terlebih dahulu. Setelah memastikan semua ABK dalam kondisi selamat, kemudian tim Sar dibantu nelayan lainya berusaha menarik kapal ke tengah menggunakan tiga perahu jukung dan satu kapal sekoci. 

"Namun upaya kami sia-sia karena tidak mampu menarikannya. air masih dalam kondisi surut jadi sulit menariknya," katanya.

Untuk mengevakuasi memang menunggu air laut pasang kembali. Air pasang  baru terjadi pada Pukul 04.00 WIB.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: