Mendikbud Minta Anggota DPRD yang Peras Dana Gempa Dihukum Berat

Kuntadi ยท Senin, 17 September 2018 - 19:45 WIB
Mendikbud Minta Anggota DPRD yang Peras Dana Gempa Dihukum Berat
Mendikbud Muhadjir Effendi. (Foto: iNews.id)

BANTUL, iNews.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi meminta aparat hukum menindak tegas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada politisi yang melakukan tindak pidana korupsi dana rehabilitasi sekolah.

Menurut Muhadjir, di tengah suasana duka, korupsi untuk kepentingan pribadi sangat tidak bisa dimaafkan. “Saya sangat menyayangkan ketika dalam keadaan orang berduka ada politisi yang memanfaatkan dana gempa untuk kepentingan pribadi. Tentu harus dihukum seberat-beratnya,” kata Muhadjir seusai membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (17/9/2018).

Seperti diketahui, Ketua Komisi IV DPRD Mataram Muhir terkena operasi tangkap tangan (OTT) tim Satsus Kejaksaan Negeri Mataram, Jumat (14/9/2018) pagi, di sebuah rumah makan di wilayah Cakranegara. Satsus Pemberantasan Korupsi Kejari Mataram mengamankan Muhir bersama dua orang dengan barang bukti uang jatah pemerasan senilai Rp30 juta.

Selain Muhir, Satsus Kejari Mataram mengamankan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Sudenom bersama seorang stafnya bernama Catur Totok. Dari ketiganya, kejaksaan menetapkan Muhir sebagai tersangka pemerasan dan telah ditahan sejak Jumat  di Lapas Mataram.

Untuk pelaku dua lainnya, saat ini masih sebagai saksi yang dikatakan membantu dalam memberikan informasi awal kepada jaksa penyidik sebelum OTT dilaksanakan.

Proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa di Kota Mataram ini telah disahkan dalam rapat pembahasan APBDP di tingkat DPRD Kota Mataram. Dalam pengesahannya, proyek ini tembus dengan nilai anggaran mencapai Rp4,2 miliar.

Terkait kasus itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) terus mengembangkan dengan memeriksa Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kota Mataram, Suhartini.


Editor : Kastolani Marzuki