Paguyuban Dukuh Bantul Usul Pengisian Pamong Desa dengan Pemilihan Langsung

Kuntadi ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 19:24 WIB
Paguyuban Dukuh Bantul Usul Pengisian Pamong Desa dengan Pemilihan Langsung
Ilustrasi perangkat desa. (Foto: Istimewa)

BANTUL, iNews.id – Paguyuban Dukuh Kabupaten Bantul, Pandu, berharap mekanisme pengisian kepala dukuh kembali menggunakan pemilihan langsung. Alasannya kepala dukuh yang terpilih atas dasar hasil ujian tertulis, banyak yang belum mampu melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan.

Ketua Paguyuban Pandu, Sulistyo mengatakan Pandu secara tertulis telah mengirimkan surat kepada bupati, DPRD dan Pansus DPRD dalam penyusunan Raperda Pemong Kalurahan. Sesuai aspirasi masyarakat, banyak yang menginginkan pengisian pamong khususnya dukuh kembali dengan pemilihan.

“Seleksi hanya mengandalkan kemampuan akademik kurang memperhatikan pengalaman kemasyarakatan dan elektabilitas calon,” kata Sulistyo, Rabu (11/12/2019).

Selain banyak yang kurang mampu melaksanakan tugas, banyak kegiatan yang harus diampu oleh keluarganya. Alasan lain, masyarakat merasa tidak memiliki kepala dukuh hasil seleksi, karena masyarakat tidak memilih secara langsung.

BACA JUGA: Pergoki Selingkuh dengan Ibunya, Pemuda di NTB Bunuh Kepala Dusun

“Bahkan ada sejumlah kepala dukuh hasil seleksi justru ditolak masyarakatnya,” katanya.

Selain menyoroti pengisian kepala dukuh, Pandu juga berharap agar kepala desa atau lurah nantinya tidak sembarangan dalam melakukan mutasi pamong. Kepala dukuh juga bisa dimutasi setara dengan kepala urusan (kaur) ataupun sekretaris desa.

Hal ini bisa dilakukan dengan mendasarkan pada UU No 6 tahun 2014 tentang Desa. “Dalam mutasi pamong minimal sudah dua tahun menjabat,” katanya.

Pandu juga memberikan masukan agar kepada pamong desa yang mengundurkan diri atas permintaan sendiri setelah menjabat lebih dari lima tahun hendaknya memperoleh hak sebagai mana pamong yang sudah purna atau pensiun. Pamong telah mengabdikan diri selama masa jabatan yang dia lalui sudah sepantasnya mendapatkan penghargaan yang setara.

BACA JUGA: Diduga Ada Kecurangan, Warga Tolak Hasil Pemilihan Kepala Dusun

"PNS yang mengajukan pensiunan dini juga mendapatkan hak-haknya kenapa pamong desa tidak memperoleh kesempatan yang sama?” katanya.

Sementara anggota Pansus Raperda Pamong Kalurahan DPRD Bantul, Jumakir mengatakan Pansus punya pemikiran yang sama dengan usulan dari Pandu yang menginginkan pengisian jabatan kepala dukuh dengan mekanisme pemilihan langsung.

“Pemikiran itu sejalan dengan DPRD dan sedang dikonsultasikan ke provinsi,” kata Jumakir.

Terkait dengan desakan mutasi perangkat desa dan dana pensiun bagi perangkat desa yang mengundurkan diri, Jumakir mengaku masih dalam proses pembahasan di Pansus. Namun demikian Pansus pasti akan memberikan solusi yang terbaik bagi perangkat desa.

“Kita nanti akan bahas dan raperda juga masih belum diketok,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah