VIDEO

Pancaroba, Warga Lereng Merapi Gelar Tradisi Memetri Bendungan

Saeful Efendi · Sabtu, 28 April 2018 - 02:20 WIB
Pancaroba, Warga Lereng Merapi Gelar Tradisi Memetri Bendungan
Warga Dukuh Ploso Kerep, Desa Talun, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menggelar tradisi Memetri Bendungan, Rabu (26 April 2014). (Foto: iNews)

KLATEN, iNews.id – Warga Dukuh Ploso Kerep, Desa Talun, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menggelar tradisi Memetri Bendungan, Rabu (26 April 2014). Selain untuk melestarikan budaya lokal, tradisi juga dimaksudkan untuk memohon agar bendungan di sekitar desa tidak kering saat memasuki musim pancaroba. Diketahui, setelah musim hujan lewat, bendungan kerap kering.

Tradisi diikuti seluruh warga dengan mengelilingi desa dan berhenti di Bendungan Tambaksari. Sebagai catatan, air yang tertampung di bendungan tersebut sumber penghidupan warga sekitar.

Dalam kirab, warga juga mengarak patung Dewi Ploso yang dianggap penyelamat warga saat erupsi Gunung Merapi. "Ini tradisi turun-temurun untuk melestarikan bendungan," kata sesepuh adat setempat, Jimin.

Dia menyampaikan, Bendungan Tambaksari dibangun secara gotong-royong. Namun, erupsi Gunung Merapi nyaris menghancurkan bendungan. Beruntung lahar Merapi berbelok dan mengarah ke tempat lain.

Menurut tradisi lisan yang berkembang di kampung itu, Dewi Ploso diduga telah menyelamatkan warga dan bendungan. Hingga akhirnya daerah tersebut diberinama Ploso.

Video Editor: Kuntadi


Editor : Achmad Syukron Fadillah