Pastikan Program KB Tak Putus, Pemkot Yogyakarta Beri Layanan ke Rumah

Nani Suherni ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 11:24 WIB
Pastikan Program KB Tak Putus, Pemkot Yogyakarta Beri Layanan ke Rumah
Ilustasi layanan pil KB di Kota Yogyakarta (Foto: Dok Humas Pemkot Jogja)

YOGYAKARTA, iNews.id - Di tengah masa pandemi Covid-19 program Keluarga Berencana (KB) di Kota Yogyakarta tetap dilakukan. Petugas melakukan pelayanan jemput bola kepada para peserta KB agar programnya tak putus.

“Jadi selama masa pandemi Covid-19 ini, alat kontrasepsi kami bagikan langsung kepada para peserta KB di Kota Yogyakarta, kami lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta Emma Rahmi Ariyani, dikutip dari website resmi Pemda Jogja, Jumat (29/5/2020).

Alat kontrasepsi yang diberikan kepada para peserta KB yakni berupa pil KB dan Kondom ulang. Dengan pelayanan jemput bola itu harapannya tidak ada peserta putus KB di Kota Yogyakarta.

“Kita data di wilayah yang menggunakan pil dan kondom supaya tidak putus, tetap KB meski di tengah wabah seperti ini,” ucapnya.

Dalam pengawasan, pembinaan pelayanan Pihaknya juga membentuk Daerah Binaan ( Darbin ) di wilayah sesuai keputusan dan Koordinasi bersama PKB, staff dan struktural. Sebelum masa pandemi Covid-19 para peserta KB harus datang sendiri ke fasilitas kesehatan yang dituju para peserta KB, bisa puskesmas, klinik kesehaan atau rumah sakit.

“Sekarang melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) bisa membagikan langsung ke wilayah, sebelumnya dengan mekanisme permhononan ke Puskesmas,” ujarnya.

Namun layanan tersebut dibatasi untuk para peserta KB lama. Bagi peserta KB baru tetap dianjurkan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan kepada petugas kesehatan.

“Terutama pil karena hormonal harus ketemu konsultasi dengan tenaga kesehatan di Puskemas atau pelayanan kesehatan lain yang dituju, namun untuk yang kondom ulang bisa langsung,” ucapnya.

Bagi peserta KB suntik, implan maupun IUD yang sudah habis masa berlakunya dianjurkan untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Tetapi, peserta diminta mendaftar terlebih dahulu.

“Sehingga tidak mengantri terlalu lama dan bagi peserta KB yang masih takut untuk mengakses KB di layanan faskes disarankan untuk menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan,” ucapnya.


Editor : Nani Suherni