Pebisnis Asal Jakarta Didakwa Gelapkan Tas Bernilai Miliaran Rupiah, Pengacara: Dia Korban

Kuntadi ยท Rabu, 03 Agustus 2022 - 21:41:00 WIB
Pebisnis Asal Jakarta Didakwa Gelapkan Tas Bernilai Miliaran Rupiah, Pengacara: Dia Korban
Sidang penggelapan tas branded bernilai miliaran rupiah digelar di PN Sleman, Rabu (3/8/2022). (foto: istimewa)

SLEMAN, iNews.id - Seorang warga Jakarta Barat Devi Haosana menjadi terdakwa kasus penggelapan barang bukti berupa tas branded dengan nilai mencapai miliaran rupiah.  Namun, penasihat hukum terdakwa bersikukuh kliennya hanya menjadi korban. 

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (3/8/2022) dipimpin hakim Ketua Kun Triharyanto Wibowo dengan agenda pembacaan dakwaaan dari jaksa penuntut Arif Muda Darmanta. Terdakwa hadir secara virtual didakwa dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. 
 
Dalam dakwaan jaksa, pelapor dalam kasus ini ST membuat kerja sama penjualan tas branded dengan rekannya AC pada 2017 lalu. Pelapor mengirim uang modal senilai Rp12 miliar. Namun bisnis itu macet di tengah jalan, sehingga AC menghubungi Devi Haosana untuk meminjam uang Rp7,9 miliar dengan jaminan puluhan tas branded dan tujuh jam tangan mewah. 

Namun, dalam perjalanan bisnis ini semakin ruwet. Sedangkan ST yang memiliki modal meminta uangnya kembali. Saat itulah AC mengatakan jika semua tas yang dijual sudah dipindahtangankan ke terdakwa sebagai jaminan utang. Pelapor akhirnya mentransfer uang senilai Rp3,5 miliar untuk menebus 22 tas dan tiga jam tangan mewah. 

Lantaran modalnya tak kembali, ST melaporkan AC ke Polres Sleman. Laporan ini ditindaklanjuti polisi dengan penyelidikan dan menyita sisa tas yang masih berada di tangan terdakwa Devi sebagai barang bukti kasus itu. 

Namun, pelapor merasa tas yang ada bukan asli dan sudah berganti atau nilanya turun. Sehingga dia melaporkan terdakwa dengan pasal penggelapan barang bukti hingga berujung ke meja hijau.

"Klien saya dianggap menggelapkan barang bukti. Padahal sebelum disita polisi, barang-barang itu sudah dicek semua oleh polisi dan pengadilan. Semuanya cocok," ujarnya usai sidang.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: