Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi Terkait Penutupan Destinasi

Antara ยท Jumat, 30 Juli 2021 - 18:51:00 WIB
 Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi Terkait Penutupan Destinasi
Objek wisata pantai di Gunungkidul sebelum PPKM. (Foto: iNews.id/KIsmaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id- Penutupan destinasi wisata akibat PPKM sangat berpengaruh terhadap sektor wisata. Pelaku wisata di Gunungkidul berharap pemerintah punya kebijakan lain supaya tetap bisa bertahan dalam situasi pandemi Covid-19.

Pemilik Rumah Makan Jogo Segoro di Pantai Ngandong, Rujimantoro di Gunungkidul, Jumat (30/7/2021) mengatakan kebijakan penutupan destinasi wisata sebagai dampak dari pemberlakuan PPKM sangat berpengaruh terhadap perekonomian pelaku usaha di kawasan pantai.

"Kami berharap ada solusi berkaitan dengan penutupan destinasi wisata. Kebijakan ini sangat merugikan bagi pelaku usaha di bidang kepariwisataan," kata Rujimantoro.

Dia mengatakan kebijakan penutupan destinasi wisata menyebabkan secara otomatis warung-warung pada tutup sehingga tidak ada penghasilan. Penutupan destinasi wisata sudah hampir berlangsung selama satu bulan bisa dikatakan melumpuhkan kegiatan ekonomi pelaku wisata, khususnya di Gunungkidul yang sangat mengandalkan sektor pariwisata.

"Kami berharap kebijakan penutupan ada solusi sehingga pelaku usaha tetap bisa mendapatkan pemasukan untuk menyambung hidup. Jangan dibiarkan karena pelaku wisata kebingungan untuk mencari makan,” harapnya.

Hal yang sama diharapkan Pemilik Rumah Makan Pak Ji Konco Dewe di Pantai Kukup, Mujiyanto. Menurut dia, kebijakan PPKM bukan pembatasan aktivitas, tapi lebih mirip "lockdown". Hal ini menyebabkan pelaku usaha di kawasan pantai tidak bisa bekerja karena kebijakan penutupan destinasi.

"Penutupkan objek wisata, secara otomatis kami tidak mendapatkan penghasilan. Di sisi lain, segala kebutuhan tetap harus dipenuhi mulai makan hingga anggsuran terus berjalan. Kami berharap ada solusi mengatasi persoalan ini. Kami juga harus bertahan hidup,” katanya.

Menurut dia, apabila penutupan wisata terus diperpanjang maka banyak pelaku usaha yang akan gulung tikar. “Bagaimana tidak rugi, wong pengeluaran tidak bisa ditangguhkan, sedangkan dari sisi pendapatan nihil. Lama kelamaan tabungan yang dimiliki habis dan ujung-ujungnya banyak yang gulung tikar,” katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: