Pembunuhan Perempuan di Kebun Salak Sleman pada 2013 Terungkap, Motifnya Asmara

Priyo Setyawan · Kamis, 03 Desember 2020 - 14:55:00 WIB
Pembunuhan Perempuan di Kebun Salak Sleman pada 2013 Terungkap, Motifnya Asmara
Polda DIY berhasil mengungkap kasus pembunuhan perempuan di kebun salak pada 2013 silam. (Foto; iNews.id/Priyo Setyawan)

SLEMAN, iNews.id – Kasus pembunuhan seorang perempuan di sebuah kebun salak di Desa Candibinangun Kecamatan Pakem, Sleman pada 2013 silam akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan Eko Priyanto (39) warga Sidoarjo, Jawa Timur, sedangkan korban Sri Utami (40) warga Munthuk, Kecamatan Dlingo, Bantul. 

“Kami baru amankan pelaku kemarin di Sidoarjo, Jawa Timur,” kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria, Kamis (3/12/2020). 

Korban ditemukan meninggal di kebun salak pada 4 Februari oleh saksi Sarjono yang hendak ke kebun. Saksi yang mencium bau busuk menemukan mayat perempuan yang ditutup dengan daun salak. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi dan dilakukan olah TKP.  

Saat itu petugas kesulitan mengidentifikasi mayat korban karena tidak ada kartu identitas. Korban ditemukan dengan menggunakan daster warna biru muda, jaket jeans warna biru,  celana dalam jingga dan BH warna marun. Sedangkan di jarinya polisi menemukan cincin emas.

Saat ditemukan kondisi korban penuh dengan luka. Polisi menemukan luka pada kepala dengan telinga dan mulut korban mengeluarkan darah. Selain itu juga ada luka pada kaki dan lehernya.

“Saksi dan data yang di lapangan saat itu sangat minim yang menyulitkan untuk pengungkapan,” kata Burkan.

Sekitar enam bulan lalu, polisi mendapatkan petunjuk baru terhadap kasus ini sehingga dilakukan penyelidikan kembali. Saat itu ada saksi yang sempat melihat kendaran spot dengan nopol AG. Dari situlah petugas menyelidiki dan berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku di Sidoarjo.

Kepada petugas tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan kepada korban. Dari keterangan pelaku terungkap identitas korban Sri Utami warga Karangasem, Munthuk, Kecamatan Dlingo, Bantul. Selama menghilang tujuh tahun keluarga korban juga tidak pernah mencari dan melaporkan hilangnya korban. 

“Kemarin kami konfirmasi kepada keluarganya dan membenarkan korban hilang,” katanya.

Burkan mengatakan, korban dibunuh dengan cara dipukul menggunakan helm, dicekik dan diinjak sampai tewas. Dari pengakuan pelaku motifnya cemburu, karena korban kerap dibandingkan dengan pria lain. 

“Pelaku ini cemburu dan motifnya asmara,” katanya. 

Saat ini polisi telah mengamankan seeda motor, Bajaj Pulsar dan helm full face sebagai barang bukti. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Editor : Kuntadi Kuntadi