Penataan Kawasan Pedestrian Dilanjutkan, Pemkot Jogja Siapkan Anggaran Rp20 Miliar
YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan melanjutkan penataan kawasan pedestrian di Jalan Sudirman. Tahun ini akan dilaksanakan revitalisasi dari Simpang empat Galeria sampai simpang empat Gramedia dengan nilai anggaran Rp20 miliar dari dana keistimewaan DIY.
Pelaksanaan pembangunan fisik ini sudah dilelangkan dan ada pemenangnya. Rekanan diberikan waktu 150 hari untuk menyelesaikan penataan kawasan ini. Pekerjaan yang ada melanjutkan revitalisasi kawasan pedestrian dari Kawasan tugu Yogyakarta sampai Gramedia yang sudah dilakukan tahun lalu.
“Sesuai kontrak yang kami sampaikan, maka pekerjaan fisik ini harus dapat diselesaikan dalam waktu 150 hari," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana di Yogyakarta, Jumat (23/7/2021).
Titik krusial dalam pekerjaan revitalisasi pedestrian ini adalah pekerjaan ducting untuk kabel fiber optik dan listrik. Nantinya harus dilakukan koordinasi dengan PLN untuk mendukung penataan yang ada.
“Koordinasi harus segera dilakukan agar pembangunan bisa lancar,” katanya.
Untuk pelaksanaan pekerjaan fisik disarankan segera dilakukan ketika persiapan sudah matang. Sangat mungkin pada awal Agustus pekerjaan sudah dimulai.
Sedangkan untuk trotoar akan dilakukan penataan taman. Taman tidak lagi dibuat dengan pembatas tetapi dilakukan perubahan agar pedestrian tampak lebih lapang dan nyaman bagi pejalan kaki.
“Lebar existing taman yang ada sekarang dimungkinkan akan dikecilkan sehingga ruang untuk pejalan kaki menjadi lebih luas,” katanya.
Agar semakin nyaman, beberapa pohon besar di tepi jalan tidak akan ditebang, namun hanya akan dirapikan. Pembangunan akan didahulukan di sisi utara jalan karena berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima.
“Sebagai gambaran, konsep penataan tahap terakhir ini akan sama seperti penataan pedestrian Jalan Sudirman dari ruas Gramedia hingga Jembatan Gondolayu yang sudah kami selesaikan pada 2019,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi