get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Tempat Parkir Motor sekitar Malioboro yang Strategis, Aman dan Murah untuk Wisatawan

Penataan Malioboro Diyakini Tak Mematikan PKL

Jumat, 04 Februari 2022 - 08:31:00 WIB
Penataan Malioboro Diyakini Tak Mematikan PKL
Mantan Wali Kota Yogya meyakini penataan PKL di Malioboro tidak akan mematikan mereka, justru sebaliknya akan membuat leboh baik. (Foto : Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id - Penataan kawasan Malioboro tidak akan mematikan aktivitas ekonomi para pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi ke Teras Malioboro 1 dan 2. Keyakinan itu disampaikan mantan Wali Kota Yogyakarta periode 2001-2011 Herry Zudianto. 

"Saya yakin (tidak mematikan PKL) kalau kita kelola dengan jiwa kewirausahaan," kata Herry Zudianto saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, Kamis (3/2/2022).

Keyakinan Herry Zudianto ini didasarkan pada pengalaman kala dia merelokasi PKL yang menempati kawasan dekat Taman Pintar ke Pasar Giwangan pada 2004 serta PKL di sepanjang Jalan Mangkubumi ke Pasar Pakuncen pada 2007.

"Itu pernah saya buktikan, tidak ada yang saya pindah menjadi mati. Malah menjadi lebih besar semua. Saya punya konsepsi bahwa saya pindah itu bukan saya matikan. Begitu saya pindah ke Pasar Giwangan justru bisa jauh lebih baik," ucap Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah ini.

Menurutnya, dengan relokasi itu jika sebelumnya PKL berstatus nonformal dan keberadaannya tanpa perlindungan hukum, dengan pemindahan itu justru berubah menjadi pedagang formal yang legal.

"Saya itu dulu negosiasinya sampai tengah malam, saya yakinkan 'kowe bakal luwih apik' (PKL bakal lebih baik)," ucap Herry Zudianto.

Dia berharap penataan kawasan Malioboro yang tengah dilakukan Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta dengan memindahkan PKL ke dua lokasi baru justru membuat Malioboro lebih maju serta memberikan dampak positif bagi pemilik toko maupun PKL.

Namun demikian, menurut Herry, Pemda DIY perlu meningkatkan promosi dengan meyakinkan pengunjung bahwa dengan penataan itu mereka akan lebih nyaman berbelanja sekaligus merasakan nuansa Malioboro yang lebih bersih dan indah.

Menurut Herry, penataan Malioboro sebagai etalase Yogyakarta tidak berhenti pada aspek ekonomi saja, melainkan lebih luas mencakup aspek seni dan budaya.

"Kalau bisa budaya Yogyakarta juga bisa tertransfer ke wisatawan yang berkunjung. Logikanya pengunjung yang ke Malioboro itu kan 78 persen orang luar," tutur Herry.

Masalah penentuan lokasi PKL atau pertokoan, menurut dia, hanya sekadar berkaitan dengan manajemen. Paling penting, menurutnya, penataan harus berdasar pada konsep Malioboro untuk semua.

"Yang penting adalah konsep Malioboro untuk semua, bahkan tidak hanya bicara untuk perdagangan, tapi juga seni dan budaya bisa tampil di situ. Itulah fondasi dari semua penataan itu," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM Prof Janianton Damanik berharap kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta pasca relokasi PKL tidak berubah wujud seperti kawasan jalur pedestrian di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yang dihiasi gedung-gedung pencakar langit di sisi kanan dan kiri.

Ia juga meminta Pemda DIY tetap menjamin daya jual dagangan PKL Malioboro di Teras Malioboro 1 maupun Teras Malioboro 2 dengan mengoptimalkan strategi promosi.

Pemda DIY, menurut Janianton, bisa mencontoh penataan sentra pedagang burung di Belgia. Kendati direlokasi di tempat yang baru, wisatawan tetap berminat mencarinya lantaran narasi promosi yang dibangun dengan diksi yang tepat.

Editor: Ainun Najib

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut