Pengunjung Malioboro Membeludak di Akhir Pekan, Petugas Jogoboro Kewalahan

Agregasi Harianjogja ยท Senin, 06 Juli 2020 - 09:22 WIB
Pengunjung Malioboro Membeludak di Akhir Pekan, Petugas Jogoboro Kewalahan
Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). -(Foto: Harian Jogja/Desi Suryanto)

YOGYAKARTA, iNews.id - Petugas Jogoboro kewalahan saat mengimbau wisatawan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19, terutama pada malam minggu. Mereka juga kerepotan saat memberikan informasi mengenai prosedur scan barcode yang wajib dilakukan oleh wisatawan di lima zona yang saat ini terdapat di Malioboro.

Salah satu petugas Jogoboro, Novendian Cahya Pratama (21) mengatakan jika petugas Jogoboro yang betugas untuk memberikan imbauan maupun arahan bagi wisatawan untuk menaati protokol pencegahan penularan Covid-19 jumlah minim. Hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah wisatawan Malioboro yang masif, khususnya saat malam minggu.

"Petugas terbatas, barcode yang tersedia juga rata-rata ada dua. Kadang satu petugas petugas juga melakukan dua tugas yakni melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung dan memberikan informasi mengenai scan barcode. Apalagi malam minggu, itu banyak sekali wisatawan sampai kami kewalahan," ujar Novendian Cahya Pratama, Minggu (5/7/2020).

Pengunjung yang di Malioboro, lanjut Novendian, diharuskan memakai masker dan melakukan scanning barcode untuk mengisi scan barcode atau dapat mengakses di laman kunjungan.jogjakota.go.id. Selain itu, pengunjung juga akan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk Malioboro.

"Scan barcode ditujukan untuk mendata kunjungan yang masuk ke Malioboro, seperti masuk ke perpustakaan atau fasilitas publik lainnya," ujar Novendian yang betugas di zona satu Malioboro sisi timur yang berada di depan Hotel Inna Garuda.

Di setiap zona, dibatasi jumlah kuota pengunjung. Setiap zona hanya dibatasi maksimal sebanyak 500 pengunjung. Ada petugas Jogoboro yang melakukan pemantauan di lapangan.

"Bagi wisatawan ada yang bingung menggunakan sistem scan barcode ada juga yang lancar-lancar saja. Kebanyakan yang masih bingung itu orang tua. Kami juga harus sabar untuk membimbing mereka," ucapnya.

Salah satu pengunjung asal Solo bernama Sinta (20) mengatakan jika sebelum datang ke Malioboro dia juga sudah mempersiapkan diri untuk mampu melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19. Seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, dan tidak lupa untuk melakukan scanning barcode sebelum memasuki zona Malioboro.

"Gak bingung, karena gampang juga penerapannya. Lumayan sering juga ke Malioboro. Soal satu lajur juga sudah faham karena memang sudah tertera di jalan pedestrian," ujar Sinta yang berkunjung ke Malioboro bersama dengan temannya.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Petugas Jogoboro Kewalahan Hadapi Wisatawan di Malioboro"


Editor : Nani Suherni