Perahu Nelayan Gunungkidul Terbalik Dihantam Gelombang Tinggi, 1 Tewas

Kuntadi, Kismaya Wibowo ยท Rabu, 21 Maret 2018 - 14:53 WIB
Perahu Nelayan Gunungkidul Terbalik Dihantam Gelombang Tinggi, 1 Tewas
Para warga saat mengevakuasi jenazah nelayan untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Gelombang besar menghantam perahu yang ditumpangi tiga nelayan di Pantai Sanglen, Gunungkidul, saat hendak mencari lobster, Rabu (21/03/2018). Akibatnya, seorang nelayan meninggal dunia atas peristiwa tersebut, sedangkan dua lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun iNews, kecelakaan laut itu berawal saat mereka melaut di perairan Pantai Sanglen sekitar pukul 05:00 WIB. Tiba-tiba datang ombak tinggi yang menghantam perahu hingga terbalik. Ketiganya jatuh ke laut kemudian mencoba berenang ke tepian untuk menyelamatkan diri. Namun seorang tewas.

Diketahui, korban meninggal atas nama Wasidi, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Dia ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sedangkan dua rekan korban lain yakni Sukamto dan Sumono hanya mengalami luka ringan. Keduanya selamat setelah berjibaku dengan derasnya gelombang untuk bisa sampai ke tepian.

“Kecelakan laut ini mengakibatkan satu nelayan meninggal, yang dua orang hanya luka ringan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat lelah berenang ke tepian,” kata Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto.

Tingginya ombak Pantai Selatan Jawa memang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Cuaca buruk itu memaksa nelayan mengentikan aktivitas menangkap ikan. Perahu nelayan hanya ditambatkan dan tersandar di lokasi yang lebih aman, untuk mengindari gelombang pasang.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono menambahkan, cuaca buruk yang terjadi di luar perkiraan. Normalnya, Maret merupakan masa panen ikan. Namun kali ini justru ombak cukup besar. “Perkiraan kami, cuaca buruk ini masih akan terjadi hingga sepekan mendatang,” ujar Marjono.

SAR Linmas juga menghimbau kepada wisatawan yang berkunjung untuk waspada dengan kondisi gelombang. Mereka diminta untuk mewaspadai gelombang ombak, dan melarang wisatawan mandi di laut.


Editor : Donald Karouw