Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang
Sebelumnya, Uceng menjelaskan bahwa penelepon mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta. Pelaku meminta dia segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) disertai ancaman penangkapan.
"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan," kata Uceng dalam unggahannya.
Dia mengungkapkan bahwa cara bicara penelepon terdengar intimidatif. Menurutnya, pelaku sengaja mengubah intonasi suara agar terkesan memiliki otoritas sebagai aparat penegak hukum. Dia juga mengaku aksi teror serupa sudah dialaminya lebih dari sekali.
"Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," tulisnya lagi.
Editor: Donald Karouw