Polemik Revisi UU KPK, Advokat Muda Indonesia: Saatnya Ajukan Judicial Review

Kuntadi ยท Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:09:00 WIB
Polemik Revisi UU KPK, Advokat Muda Indonesia: Saatnya Ajukan Judicial Review
Diskusi publik bertema Revisi UU KPK di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (17/10/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi).

YOGYAKARTA, iNews.idAdvokat Muda Indonesia (AMI), menilai judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi solusi terbaik untuk mengatasi polemik Revisi Undang-Undang (RUU) KPK. Judicial Review merupakan salah satu cara prosedural dan legal yang bisa dilakukan terhadap produk hukum.

“Saya rasa judicial review menjadi solusi terbaik mengakhiri polemic ini,” kata Presiden Advokat Muda Indonesia (AMI), Mustofa, Kamis (18/10/2019) saat menjadi pembicara dalam acara diskusi public bertajuk Polemik UU KPK: Mahasiswa & Judicial Review di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dia menambahkan, dalam JR bisa dilakukan kajian dan menguji poin-poin mana saja yang menuai kontroversi di masyarakat.

Mahasiswa sebelumnya sudah turun ke jalan guna mendorong dan menuntut presiden segera mengeluarkanya Perppu. Namun dalam masa injury time ini, presiden belum juga mengeluarkannya, padahal itu merupakan hak prerogratif presiden.

“Saya rasa saat ini waktu yang paling pas untuk mengajukan Judicial Review ke MK,” katanya.

Di sisi lain, Mustofa berpendapat, wacana pembentukan Dewan Pengawas KPK dirasakan sangat tepat. Hanya unsurnya yang dirasakan kurang pas.

Anggota Dewan Pengawas tidak melibatkan orang yang berada dalam pro justicia.

“Padahal Dewan Pengawas ini butuh orang yang paham dan mengerti mengenai hukum, independent dan juga memiliki integritas yang tinggi, aneh saja kalau tidak paham hukum.” katanya.

Dewan Pengawas yang mengerti hukum mengawasi jalannya KPK, sedangkan masyarakat menjadi kontrol sosial.

Sebelumnya, keputusan pemerintah bersama dengan DPR RI yang menetapkan dan menyetujui revisi Undang-undang KPK, telah menuai kontroversi di tengah masyarakat. Ribuan mahasiswa, masyarakat sipil bahkan pelajar di berbagai wilayah di Indonesia turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka.

Editor : Umaya Khusniah