Polisi Tangkap 12 Pengedar Tembakau Gorila dan Psikotropika di Bantul

Kuntadi ยท Jumat, 24 Agustus 2018 - 19:11 WIB
Polisi Tangkap 12 Pengedar Tembakau Gorila dan Psikotropika di Bantul
Petugas Satresnarkoba Polres Bantul mengecek barang bukti tembakau Gorilla yang disita dari para tersangka. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bantul mengungkap kasus peredaran narkotika dan posikotropika di wilayah hukumnya. Sedikitnya, 12 pelaku ditangkap dengan barang bukti tembakau gorila dalam bungkusan paket hemat siap edar.

“Ada 12 yang kami amankan, tiga pelaku peredaran narkoba dan sembilan lainnya kasus psikotropika,” kata Kasat Narkoba Polres Bantul AKP Andhyka Donny Hendrawan, saat jumpa pers di halaman Mapolres Bantul, Jumat (24/8/2018).

Dia menjabarkan, mereka yang ditangkap atas kasus narkoba yakni SP warga Mergangsan, DM warga Kasihan, dan HR warga Depok Sleman. Sementara pelaku kasus psikotropika yakni PS warga Kretek, AK, ST, AN, PY, serta MT semua warga Sewon, AR dan PE warga Kasihan serta DS warga Sedayu. Selain mengamankan 12 pelaku, polisi juga menyita tembakau gorila seberat 109 gram dan 259 gram, serta 20 amplop dan 20 hologram.

“Kami masih kembangkan kasusnya, para pelaku kini dalam pemeriksaan intensif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, terungkapnya kasus narkoba ini tak lepas dari hasil penyelidikan yang dilakukan anggotanya sejak Juli. Kronologi berawal saat petugas mendapat informasi jika ada peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bantul. Informasi itu ditindaklanjuti dengan memantau SP dan menangkapnya.

“Saat digeledah, petugas menemukan beberapa linting tembakau gorila dari tangan pelaku SP,” ucapnya.

Dari temuan itu, petugas melanjutkan dengan menggeledah rumah SP di wilayah Mergangsan. Di rumah itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. SP mengaku tembakau dipasok dari pelaku HR. Polisi langsung menangkap HR dan menyita barang bukti yang disimpan di rumah pacarnya.

“Selain diedarkan, mereka juga gunakan narkoba itu untuk konsumsi pribadi,” ujar Hendrawan.


Editor : Donald Karouw