Potensi Bisnis Haji dan Umrah Besar, BPKH Siap Inovasi Investasi Berbasis Syariah

Kuntadi ยท Jumat, 26 Maret 2021 - 23:36:00 WIB
Potensi Bisnis Haji dan Umrah Besar, BPKH Siap Inovasi Investasi Berbasis Syariah
Kepala BPKH Anggito Abimanyu saat melakukan bedah buku BPKH 2021 di UGM. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri haji dan umrah. Jumlah jamaah yang berangkat ke Tanah Suci menjadi yang terbesar. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan melakukan pengembangan investasi dengan tetap menggunakan konsep syariah

Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, Indonesia menjadi negera terbesar yang mengirimkan jemaah hajinya pada 2019 lalu. Saat itu ada 221.000 jemaah, disusul Pakistan sebanyak 179.210 jemaah, India sebanyak 170.000 jemaah dan Bangladesh sebanyak 127.198 jemaah. Sedangkan untuk ibadah umrah, ada 946.962 orang yang diberangkatkan.

“Jemaah haji Indonesia itu yang terbesar sedangkan umrah juga cukup banyak,” kata Anggito dalam bedah buku Investasi Surat Berharga BPKH, di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jumat (26/3/2021).

BPKH sebagai pengelola dana jemaah juga mencatat adanya peningkatan dana. Jika pada 2019 sebesar Rp120,7 triliun maka di 2020 naik 15 persen menjadi Rp139,4 triliun. Kenaikan ini dari setoran jemaah baru dan dari nilai manfaat pengembangan.  

BPKH ada rencana untuk berinvestasi dana haji bekerja sama dengan industri penerbangan, hotel dan katering makanan Indonesia di Arab. Hanya saja rencana ini terpaksa ditunda akibat masa pandemi Covid-19. 

“Investasi kita ke sektor yang lebih aman seperti investasi surat berharga Syariah, pembiayaan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) serta kerja sama investasi dengan Islamic Development Bank (IsDB),” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: