PP Muhammadiyah Siapkan Panduan untuk Pembukaan Masjid Saat New Normal

Kuntadi ยท Senin, 01 Juni 2020 - 15:30 WIB
 PP Muhammadiyah Siapkan Panduan untuk Pembukaan Masjid Saat New Normal
PP Muhammadiyah tengah menyusun panduan untuk pelonggaran tempat ibadah pada masa new normal. Foto : Doc PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, iNews.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah masih melakukan kajian terkait pelonggaran tempat ibadah dalam masa new normal. Bersama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) akan disusun standar dan panduan agar tidak memunculkan klaster baru.

“Kita sedang lakukan kajian dengan dokter yang bertugas di gugus tugas pemerintah, untuk memutuskan masjid mana yang boleh dibuka,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman saat Gathering Media di Geudng PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (1/6/2020).

Muhammadiyah akan lebih hati-hati dalam memutuskan permasalahan ini. Apalagi pertambahan kasus di Indonesia masih di atas 600 kasus. Protap yang dilaksanakan harus jelas, agar tidak memunculkan klaster baru.

“New normal atau tatanan kehidupan baru ini tidak hanya sekadar mengenakan masker dan hand sanitizer. Tetapi ada banyak implikasi yang harus dipersiapkan dengan baik,” ujar Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) ini.

MCCC di berbagai level bisa menentukan daerah mana saja yang boleh dibuka atau belum. Untuk daerah rawan maka masjidnya diimbau untuk belum dibuka. Ini nanti akan mendasarkan pada lingkungan masjid ada tidaknya PDP, ODP, OTG bahkan kasus positif.


Sementara itu, Ketua MCCC Agus Syamsuddin mengatakan masih melakukan kajian terkait protokol kesehatan untuk mengatur kondisi seperti apa sebuah masjid bisa dibuka. Targetnya dalam dua hari ke depan sudah bisa diluncurkan, karena tinggal proses finalisasi.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini kita sudah bisa keluarkan,” ujarnya.
Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran mengenai panduan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama wabah virus corona. Dengan adanya surat edaran itu, maka rumah ibadah yang sebelumnya ditutup sementara lantaran PSBB dapat digunakan lagi.

Panduan itu mengatur bahwa rumah ibadah bisa dipakai untuk kegiatan keagamaan. Namun tetap ada persyaratan yang harus dipenuhi.


Editor : Kuntadi Kuntadi