PT KAI Perpanjang Pembatasan Operasional Kereta Reguler

Kuntadi ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 19:15 WIB
 PT KAI Perpanjang Pembatasan Operasional Kereta Reguler
Sejumlah lokomotif menjalani perawatan di Balai Yasa Yogyakarta, selama masa perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan. (foto : Dok/Humas KAI Daops 6 Yogyakarta)

YOGYAKARTA, iNews.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta memperpanjang pembatalan seluruh perjalanan Kereta Api Reguler jarak jauh sampai dengan 30 Juni 2020. Perpanjangan ini merupakan bentuk dukungan kebijakan dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Pembatalan kita perpanjang sampai 30 Juni 2020, untuk mendukung pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, Rabu (27/5/2020).

Dengan perpanjangan ini, seluruh kereta reguler jarak jauh baik tujuan Jakarta, Bandung ataupun Surabaya tidak jadi beroperasi. Sebelumnya pembatalan hanya sampai dengan akhir Mei saja dan pada awal Juni rencananya sudah kembali beroperasi.

Namun pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap bencana Covid-19, yang harus didukung dengan menghentikan akses transportasi massal. Nantinya akan kembali dilakukan evaluasi dan mengikuti perkembangan di lapangan.

“Saat ini yang masih beroperasi hanya Kereta Luar Biasa, tujuan Gambir, Bandung, maupun Surabaya Pasar Turi,” ujarnya.

Kereta ini, dioperasionalkan secara terbatas sesuai aturan pemerintah dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19. Setiap penumpang wajib melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19. Di antaranya surat hasil tes negatif Covid-19, surat tugas dari perusahaan, KTP, dokumen pendukung lainnya.
“Kereta KLB akan tetap dijalankan untuk melayani masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan layanan ini akan dievaluasi pengoperasiannya,” ujarnya.

Sementara di wilayah Daops 6, juga dioperasionalkan KA Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Solo Balapan - Yogyakarta (PP), KA Perintis Batara Kresna relasi Purwosari - Wonogiri (PP), dan KA Angkutan Barang. KAI tetap membatasi kapasitas dengan menjual hanya 50 persen tempat duduk dari kapasitas yang ada.

“Semua fasilitas penumpang rutin kita semprotkan dengan disinfektan dan berbagai langkah pencegahan lainnya,” ujarnya.


Editor : Kuntadi Kuntadi