Ratusan Anggota KPPS di Gunungkidul Tolak Rapid Test

Suharjono ยท Rabu, 02 Desember 2020 - 21:17:00 WIB
Ratusan Anggota KPPS di Gunungkidul Tolak Rapid Test
Pamong desa di Gunungkidul menjalani tes swab untuk mencegah penularan Covid-19. (foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Ratusan anggota Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kapanewon Karangmojo menolak mengikuti rapid test Covid-19. Mereka mengaku trauma karena beberapa bulan lalu sudah melakukan karantina mandiri akibat pandemi corona ini.

Salah satu anggota KPPS di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Windi Duriwianto mengungkapkan, sebagai syarat untuk bertugas rapid test memang diwajibkan. Namun dia memilih tidak menjadi anggota KPPS apabila hal tersebut diwajibkan.

"Kejadian beberapa bulan lalu yang membuat sejumlah warga di Kalurahan Bejiharjo harus lockdown karena adanya Covid-19. Saya trauma, gak bisa ditawar-tawar lagi biarpun nanti hasilnya dirahasiakan biarpun nanti selama isolasi dapat bantuan," tuturnya, Rabu (2/12/2020).

Dikatakannya, sejak awal rekruitmen, dia merasa tidak membaca syarat rapid test menjadi bagian utama untuk menjadi KPPS. Jika kemudian nantinya tetap dipaksa untuk menjalani rapid test ia akan mengundurkan diri sebagai anggota KPPS. "Kalau dipaksa ya lebih baik saya mundur saja," ucapnya.

Langkah Windi ini juga diamini anggota lainnya sehingga ada 270 anggota KPPS di Kalurahan Bejiharjo yang menolak rapid test.

Sikap ratusan anggota KPPS ini membuat KPU Gunungkidul masih bingung. Hingga saat ini belum ada solusi tekeiat hak tersebut.

"Kami masih konsultasi dengan penolakan rapid test ini," ucap Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani.

Dia berharap anggota KPPS bisa berubah pikiran sehingga sampai dengan tanggal 4 Desember mau melakukan rapid tes di Puskesmas Karangmojo 2.

Editor : Ainun Najib