Sambut Mudik, 17 Lokomotif dan 29 Kereta Genset Jalani Perawatan
YOGYAKARTA, iNews.id – Balai Yasa Yogyakarta memaksimalkan perbaikan lokomotif dan kereta genset untuk persiapan arus mudik mendatang. Setidaknya ada 17 lokomotif dan 29 kereta genset yang harus diselesaikan.
Kepala Balai Yasa Yogyakarta Denny Haryanto mengatakan, pengerjaan harus selesai dalam kurun waktu 50 hari ke depan. Dia menambahkan, sebagian besar lokomotif dan kereta genset yang beroperasi saat ini tergolong tua. Bahkan, kata dia, lokomotif keluaran 1976 hingga saat ini masih rutin digunakan
"Sebelum 25 Mei, kereta dan lokomotif ini harus selesai. Kebanyakan sudah berusia tua dan yang terbaru keluaran tahun 2015," kata Denny Haryanto ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (6/4/2018).
Untuk lokomotif yang sudah tua, kata dia, perawatan yang dilakukan tidak hanya di kisaran mesin, melainkan hingga ke body lokomotif yang terkadang harus diganti. Menurutnya, setiap dua tahun sekali lokomotif yang sudah berumur harus masuk bengkel Balai Yasa untuk perawatan sekaligus pengecekan suku cadang. Sementara, terkait turun mesin Balai yasa biasanya dilakukan setiap empat tahun sekali.
Dia menekankan, upaya perbaikan atau perawatan tidak selalu dilakukan menunggu sampai kereta rusak. mengingat usai lokomotif yang sudah tua, maka penggantian onderdil dilakukan secara berkala untuk melayani penumpang dengan baik.
Kebijakan yang ada saat ini memperlakukan sama kepada kereta yang tergolong tua dan baru. Kedua jenis kereta tersebut melayani rute dengan jarak tempuh yang sama. Sejauh ini kedua jenis kereta tersebut masih cukup bagus dan tidak ada masalah dalam menarik gerbong.
"Suku cadangnya asli semua, jadi performanya sama dengan yang baru," ungkapnya.
Denny menjelaskan, selama ini suku cadang disuplai langsung dari perusahaan resmi general Electric (GE) dan dituangkan ke dalam sebauh perjanjian kerja sama. Sehingga, kata dia, tidak ada kesulitan dalam mendapatkan suku cadang.
Sementara, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta Eko Budianto mengatakan, bakal mengganti rangkaian Kereta Api Prambanan Ekspress (Prameks) untuk relasi Kutoarjo-Solo dengan kereta rel listrik (KRL). Prosesnya sudah dimulai sejak 2015 dan ditargetkan pada 2020 sudah sepenuhnya diganti.
Menurutnya, menggunakan KRL penumpang yang saat ini jumlahnya membludak dapat terangkut sepenuhnya. Dalam satu tahun, ada sekitar 71 lokomotif yang harus masuk kandang untuk diperbaiki. Sedangkan untuk kereta genset jumlahnya mencapai 95 unit.
Menjelang lebaran seperti ini, pekerjaan cukup banyak. Mereka harus siap untuk melayani pasien. Sehingga sebelum H-7 lebaran kereta dan lokomotif ini harus sudah siap," ujarnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah