Sebelum Disidik KPK, MA Adili Persekongkolan Tender di Proyek Mandala Krida

Sabir Laluhu ยท Senin, 30 November 2020 - 19:27:00 WIB
Sebelum Disidik KPK, MA Adili Persekongkolan Tender di Proyek Mandala Krida
Stadion Mandala Krida Yogyakarta (Foto: istimewa)

Majelis hakim agung kasasi MA menyatakan, telah membaca secara saksama memori kasasi yang diajukan enam perusahaan sebagai pemohon kasasi beserta alasan-alasannya hingga kontra memori yang diajukan KPPU. Majelis menyatakan, untuk tender proyek pembangunan Stadion Mandala Krida APBD TA 2016 dimenangkan oleh PT DMI, sedangkan untuk proyek pembangunan Stadion Mandala Krida APBD TA 2017 dimenangkan oleh enam perusahaan dalam bentuk KSO atau Kerja Sama Operasi.

Majelis hakim agung kasasi menegaskan, sependapat dengan putusan dan pertimbangan PN Sleman bahwa putusan KPPU sudah tepat dan benar bahwa para pemohon kasasi dengan difasilitasi oleh Terlapor I, II, dan III telah melakukan pengaturan dengan cara melakukan pinjam meminjam perusahaan dan saling melakukan penyesuaian dokumen penawaran tender untuk memenangkan para pemohon kasasi (enam perusahaan).

Menurut majelis hakim agung kasasi, unsur persekongkolan dalam tender telah terpenuni. Sehingga, sudah tepat bahwa para pemohon kasasi terbukti telah melanggar ketentuan Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Mengadili, satu, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I PT Eka Madra Sentosa dan Para Pemohon Kasasi II: 1. PT Duta Mas Indah, 2. PT Kenanga Mulya, 3. PT Lima Tujuh Tujuh, 4. PT Bimapatria Pradanaraya, 5. PT Permata Nirwana Nusantara tersebut. Dua, Menghukum Pemohon Kasasi I dan Para Pemohon Kasasi II untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi yang ditetapkan sebesar Rp500.000," tegas Ketua Majelis Hakim Agung Kasasi Syamsul Ma’arif, sebagaimana dikutip iNews.id , di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Editor : Ainun Najib