Sebulan Terakhir Pemakaman Prosedur Covid-19 di Yogya Naik 100 Persen

Antara · Kamis, 29 Juli 2021 - 17:59:00 WIB
 Sebulan Terakhir Pemakaman Prosedur Covid-19 di Yogya Naik 100 Persen
Pemakaman jenazah dengan prosedur Covid-19 di Yogyakarta (Foto Ilustrasi : HO-BPBD Kota Yogyakarta)

YOGYAKARTA, iNews.id - Selama satu bulan terakhir atau saat PPKM sejak 3 Juli pemakaman dengan prosedur Covid-19 di Kota Yogyakarta mengalami kenaikan 100 persen. Tercatat ada seribu lebih pemakaman dengan prosedur kesehatan ketat ini.

“Dari Agustus 2020 hingga 29 Juli 2021, total sudah ada 1.070 pemakaman dengan prosedur Covid-19. Semuanya adalah pasien meninggal yang sudah terkonfirmasi terpapar Covid-19,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Kamis.

Berdasarkan data sejak Agustus 2020 hingga 2 Juli 2021, BPBD Kota Yogyakarta melakukan 500 pemakanan dengan prosedur Covid-19 dan sejak 3 Juli hingga 29 Juli 2021 terhitung ada 570 pemakaman dengan prosedur Covid-19.

“Artinya, jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 selama PPKM sama seperti total kasus kematian dalam satu tahun terakhir,” katanya yang menyebut sekitar 200 pemakaman di antaranya adalah pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Setiap hari, tim pemakaman dari BPBD Kota Yogyakarta menerima permintaan 30 hingga 40 pemakaman prosedur Covid-19. Namun demikian, dalam tiga hari terakhir sudah mulai berkurang menjadi rata-rata 20 permintaan setiap hari.

Akibat tingginya permintaan pemakaman, enam tim BPBD Kota Yogyakarta pun kewalahan karena satu proses pemakaman biasanya membutuhkan waktu paling cepat sekitar tiga jam.

“Misalnya ada warga yang meninggal dunia di rumah, maka harus dievakuasi dulu ke rumah sakit dilanjutkan pemulasaraan, penggalian lokasi makam, baru dimakamkan,” katanya.

Terkadang, lanjut Nur, tim dihadapkan pada kendala sulitnya memperoleh lahan pemakaman di Kota Yogyakarta sehingga harus dimakamkan di kabupaten terdekat seperti di Bantul.

“Baru kemudian tim kembali untuk dekontaminasi, diistirahatkan dan bergantian dengan tim lain,” katanya.

Oleh karenanya, Nur berharap, masyarakat yang memiliki anggota keluarga meninggal dunia karena Covid-19 diharapkan lebih bersabar. “Jika sudah masuk dalam daftar, maka petugas akan tetap melakukan penanganan. Ditunggu saja, karena memang tidak bisa satu atau dua jam langsung selesai,” katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: