Semburan Air di Tengah Sawah Tandus Hebohkan Warga Gunungkidul

Kismaya Wibowo ยท Rabu, 21 Agustus 2019 - 20:45:00 WIB
Semburan Air di Tengah Sawah Tandus Hebohkan Warga Gunungkidul
Pemilik sawah Suyadi mengalirkan air yang keluar sendiri tanpa bantuan mesin pompa di Desa Bendungan, Kecamatan Semin, Gunungkidul. (Foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Warga Dusun Widoro Lor, Desa Bendungan, Kecamatan Semin, Gunungkidul dihebohkan dengan semburan air dari dalam tanah di tengah sawah yang tandus.

Semburan air tersebut sangat deras dengan debit air mencapai 1,5 liter per detik. Air tersebut dapat keluar dari tanah tanpa adanya bantuan pompa atau alat apa pun.

Fenomena alam tersebut kemudian viral di media sosial. Hingga kini belum ada penelitian khusus terkait semburan air di tengah sawah itu.

Pemilik sawah, Suyadi menuturkan, kejadian tersebut berawal dirinya meminta kepada empat temannya untuk membuatkan sumur bor pada Senin (19/8/2019) lalu. Seusai mengebor tanah sedalam 60 meter, Suyadi beserta keempat temannya memutuskan untuk beristirahat karena waktu sudah sore hari.

Saat mereka hendak pulang, tiba-tiba dari lokasi pengeboran muncul semburan air sangat deras dengan debit 1,5 liter per detik. Anehnya, air tersebut dari menyembur dari dalam tanah tanpa adanya bantuan pompa ataupun alat-alat lainnya

Mengetahui kejadian langka tersebut, Suyadi beserta temannya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak desa. “Pertama itu, saya ngebor sumur sekitar 60 meter. Pas mau pulang, air keluar sendiri tanpa disedot pompa,” katanya, Rabu (21/8/2019).

Semburan air itu, kata dia, sudah berlangsung tiga hari dan debit air yang dikeluarkan stabil. Rencananya, air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan pengairan pertanian.

Sementara itu, setelah viral di media sosial warga berdatangan untuk melihat langsung fenomena langka air menyembur tanpa bantuan pompa ataupun mesin. Sejumlah warga meminum air tersebut dan menggunakannya untuk mencuci muka dan juga kaki.

Warga yang mengetahui adanya fenomena tersebut mengaku senang. Sebab, Desa Bendungan selama ini masuk daerah kekeringan.

“Senang sekali ada air. Setiap kali musim kemarau tiba, warga selalu kebingungan untuk mendapatkan air,” kata Sudarta Wahab, warga Bendungan.

Mereka berharap agar fenomena itu menjadi titik awal ditemukannya sumber air di desa mereka agar setiap musim kemarau tidak kebingungan mendapatkan air bersih.


Editor : Kastolani Marzuki