get app
inews
Aa Text
Read Next : Profil Hamzah Sulaiman Raminten Jogja, Sosok Inspiratif yang Meninggal Dunia Hari Ini

Seniman Sujud Kendang Tutup Usia

Senin, 15 Januari 2018 - 19:48:00 WIB
Seniman Sujud Kendang Tutup Usia
Jenazah Sujud Kendang dibawa menuju tempat persemayaman terakhir di rumah almarhum. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA,iNews.id – Seniman kendang, Sujud Sutrisno (64) meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban Yogyakarta, Senin (15/1/2018). Rencananya, seniman yang dikenal dengan nama Sujud Kendang, yang akrab dengan jalanan di Malioboro ini, akan dimakamkan di Tempat pemakaman Umum (TPU) Utara Laya di Bumijo, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, DIY.

Istri Sujud, Mamik Sumaryati mengatakan, sejak dua pekan, suaminya dirawat di rumah sakit karena keluhan sakit batu empedu. Dari hasil rontgen ada batu empedu yang berada di tubuh suaminya. Bahkan karena penyakit ini, Sujud sempat beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Dia terakhir dirawat pada September 2017 lalu. “Setelah lebaran lalu memang kondisinya drop karena penyakitnya,” ucap Mamik yang menikah dengan Sujud pada 2009 silam.

Meski begitu, Sujud tetap aktif untuk bisa tampil dalam beberapa pagelaran. Salah satunya pada Desember 2017 lalu untuk memenuhi undangan manggung di Universitas Gadjah Mada (UGM).  “Setelah itu kondisinya drop lagi dan sejak 2 Januari 2018 dirawat di rumah sakit,” jelasnya.  

Pada Minggu, 14 Januari 2018, malam, Sujud mengeluh tidak kuat. Dia pun meminta supaya didatangkan Pendeta Naftali Simpson dari Gereja Kemah Injil Indonesia Badran, tempat biasa Sujud beribadah. Namun pendeta baru bisa datang pada Senin pagi. Saat itu kondisi Sujud sudah lemah dan sempat dinyatakan meninggal. Namun setelah dipasang alat pernafasan kondisinya relatif stabil. Baru pada pukul 12.20 WIB Sujud dinyatakan meningal dunia.  “Dia rajin beribadah, saat sakit sering datang minta didoakan,” kata pendeta Naftali.   

Sujud meninggalkan istri keduanya Mamik Sumaryanti yang saat ini tinggal di daerah Badran RT 51/11, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

Ketua RT di tempat tinggal Sujud, Benny Triyuwono mengatakan, Sujud cukup aktif mengisi acara baik di kampus maupun di kampung. Setiap kampungnya punya gawe, dia selalu meluangkan waktu menjadi pengisi acara.  “Di kampung juga aktif dan kerap mengisi acara,” katanya.

Sujud Kendang lahir 20 September 1953 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Darah seni mengalir dari ayahnya Wiro Suwito yang merupakan seniman karawitan. Sejak kecil Sujud menjadi pengamen dengan alat berupa kendang. Kepiawaian memukul kendang menjadikan dia dikenal dan kerap mengisi acara di layar televisi. “Dia berkeinginan untuk membuka warung kelontong tetapi belum kesampaian,” ucap Mamik.

Kini jenasah Sujud disemayamkan di rumah duka di Badran, Bumijo. Sejumlah pelayat telah berdatangan ke rumah duka. Rencananya pada Selasa, 16 Januari 2018, akan dimakamkan di TPU Utara, Tegalrejo.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut