Sentra Bambu di Sleman Ini Mampu Bertahan saat Pandemi

Antara ยท Jumat, 26 Februari 2021 - 07:07:00 WIB
 Sentra Bambu di Sleman Ini Mampu Bertahan saat Pandemi
Anggota DPD RI GKR Hemas saat berdialog dengan perajin di Sentra Anyaman Bambu Malangan, Moyudan, Sleman. (Foto :Antara/HO-Humas Pemkab Sleman)

SLEMAN, iNews.id  -  Sentra industri anyaman bambu Malangan, Moyudan, Sleman mampu bertahan dan berproduksi di masa sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini. Anggota DPD GKR Hemas meminta pemerintah daerah bisa membantu pemasaran mereka.

"Sentra Industri Anyaman Bambu Malangan ini satu-satunya yang ada di DIY. Kualitas kerajinan bambu Moyudan ini sudah kualitas ekspor," kata GKR Hemas saat melakukan kunjungan ke Sentra Industri Anyaman Bambu di Dusun Malangan, Kecamatan Moyudan, Kamis (25/2/2021).

Kunjungan ke sentra anyaman bambu Malangan tersebut dimaksudkan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang mana menjadi tugas dan kewajiban anggota DPD RI khususnya pada kesempatan tersebut dari para pengrajin anyaman bambu yang ada di Kabupaten Sleman.

"Kunjungan saya agar 'njenengan' (anda/perajin) bisa menyampaikan aspirasi apa yang diharapkan kepada pemerintah daerah baik Sleman dan Pemda DIY, serta kebijakan yang berkaitan dengan pusat," katanya.

Tahun ini diakui menjadi tahun yang sulit bagi siapa pun tidak hanya di DIY tapi juga diseluruh wilayah di Indonesia.

"Dampak dari penutupan objek wisata yakni menurunya jumlah wisatawa seperti Bali, sehingga berdampak juga kepada para pengrajin DIY yang biasa mendistribusikan barangnya ke sana,$ katanya.

Dari hasil dialog GKR Hemas dengan para pengrajin dan meninjau langsung produksi anyaman bambu, Ia pun meminta agar pemerintah daerah membantu dalam hal pemasaran.

Pelaksana Harian Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan Pemkab Sleman siap mendukung pengrajin bambu dalam memasarkan dan meningkatkan kualitas produknya.

Saat ini Pemkab Sleman memiliki Showroom di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman yang dapat dimanfaatkan oleh para pengrajin bambu di Kabupaten Sleman untuk memajang dan memasarkan produknya disana.

"Pemerintah Kabupaten Sleman selama ini telah berupaya mendukung pengembangan industri kerajinan bambu mulai dari hulu sampai hilir yaitu dari aspek perencanaan, penganggaran sampai dengan pemberdayaannya," katanya.

Dari aspek perencanaan, program terkait pengembangan bambu ada di RPJMD Kabupaten Sleman, DPA di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, DPA di Bagian Perekonomian, DPA di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman.

"Dalam upaya meregenerasi para pengrajin saat ini Pemkab Sleman tengah mengkaji sekolah bambu, materi tersebut nantinya akan dimasukkan kedalam eskul yang ada di sekolah. Hal tersebut tentu guna mendorong minat generasi muda dalam hal kreasi bambu," katanya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2