Suplai Magma Kecil Sebabkan Awan Panas Merapi Tak Muncul
Berdasarkan pengamatan aktivitas Merapi periode 5 sampai 11 Februari 2021, BPPTKG mencatat aktivitas seismik (kegempaan) Gunung Merapi mengalami penurunan signifikan, demikian juga dengan deformasi, dan konsetrasi gasnya yang mengindikasikan tidak adanya tekanan magma berlebih.
Namun demikian, apabila pertumbuhan kubah lava tidak kunjung berhenti dan bahkan terus naik, menurut Hanik, status Gunung Merapi tidak menutup kemungkinan bakal dievaluasi dengan mempertimbangkan gejala-gejala yang ada.
"Misalnya jika lebih intens awan panasnya atau semakin jauh jarak luncur awan panas tersebut tentu akan kami evaluasi lagi. Kalau sudah membahayakan sampai ke penduduk tentu akan kita naikkan statusnya," kata dia.
Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas yang bersumber dari Kubah Lava 2021 pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Editor: Ainun Najib