Tak Semua Sekolah di Bantul Tersambung Internet, PPDB Offline Tetap Dibuka

Agregasi Harianjogja ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 08:03 WIB
Tak Semua Sekolah di Bantul Tersambung Internet, PPDB Offline Tetap Dibuka
Ilustrasi PPDB (Foto: Antara)

BANTUL, iNews.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul meminta sekolah tetap melayani pendaftaran secara langsung di sekolah atau offline dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020/2021. Di Bantul tidak semua sekolah terkoneksi jaringan internet.

"Kami melihat kondisi riil karena tidak semuanya bisa terkoneksi (Internet) dengan baik. Makanya pihak sekolah harus siap memberikan pelayanan langsung," kata Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko, Senin (1/6/2020).

Isdarmoko tidak menyebutkan jumlah sekolah yang terkendala jaringan Internet. Dia hanya menegaskan, layanan pendaftaran langsung di sekolah tetap harus diterima. Tetapi, tetap mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Dinas Pendidikan tetap berharap semua pendaftaran dilakukan secara daring dan bisa diakses dari rumah sehingga calon siswa dan wali calon siswa tidak perlu keluar rumah, kecuali Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang mengharuskan adanya tes fisik. Terdapat empat kelas yang menerima KKO di Bantul, yakni SMPN 1 Kretek, SMPN 2 Kretek, SMPN 3 Pleret, dan SMPN 3 Imogiri. Masing-masing kelas satu rombongan belajar atau rombel.

Disdikpora sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memastikan tidak ada gangguan jaringan saat PPDB. Selain itu, pelatihan operator sekolah juga sedang dilakukan dalam menghadapi PPDB.

Dia memastikan jadwal tahapan PPDB tahun ini berjalan sesuai jadwal meski di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada 13 Juli mendatang. PPDB mulai dilakukan pertengahan bulan ini mulai dari sosialisasi, pendaftatan, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang.

"PPDB di Bantul ada empat jalur. Yakni jalur zonasi murni 55 persen, jalur afirmasi [kuota warga miskin] 20 persen jalur prestasi 20 persen dan jalur kepindahan tugas atau wali lima persen," ujar Isdarmoko.

Pendaftaran diawali dari KKO pada 22 Juni. Kemudian disusul jalur afirmasi, prestasi, dan jalur kepindahan tugas wali dan guru pada 25-27 Juni.

"Kalau tidak bisa diterima di jalur prestasi itu masih diberi kesempatan untuk jalur zonasi murni pada 29 Juni sampai 1 Juli," kata Isdarmoko.

Kepala SMPN 2 Banguntapan, Bantul, Purwanto mengatakan secara umum sudah siap menghadapi PPDB tahun ini. Dia memastikan pendaftaran di sekolahnya 100 persen dilakukan secara daring seperti tahun lalu, kecuali jalur zonasi 500 meter tahun lalu dilakukan offline.

"Kami tinggal menunggu juklak dan juknisnya yang baru akan dirapatkan dengan Disdikpora pada Rabu besok, " katanya.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Sekolah Tetap Diminta Layani PPDB Offline"


Editor : Nani Suherni