Taman Sari Yogyakarta Dilengkapi dengan Toilet Standar Internasional

Kuntadi ยท Senin, 16 Desember 2019 - 18:24:00 WIB
Taman Sari Yogyakarta Dilengkapi dengan Toilet Standar Internasional
Toilet Standar Internasional di Taman Sari Yogyakarta (Foto: iNews/ Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Toilet menjadi peranti penting yang harus disediakan di setiap destinasi wisata. Wisatawan butuh toilet yang bersih, wangi dan tidak jorok. Namun bagi wisatawan mancanegara, hal itu belum lengkap. Karena mereka memiliki standar toilet.

Toilet standar turis mancanegara ini, kini hadir di obyek wisata Taman Sari, yang ada di kawasan Keraton Yogyakarta. Toilet ini dibangun bukan karena toilet lama kotor dan bau. Namun memenuhi kebutuhan wisatawan, khususnya wisatawan asing yang kerap datang ke tempat bersejarah yang dibangun sejak ratusan tahun silam ini.

“Kita ingin hadirkan toilet standar berstandar internasional, agar turis lebih nyaman,” jelas Ketua RW 9 Kampung Wisata Taman Sari, Sutantio Tri Harso, Senin (16/12/2019).

Menurutnya, sejak lama, pengelola wisata sudah sadar akan pentingnya toilet umum. Bahkan mereka selalu menjaga kebersihan agar tetap wangi dan tidak jorok. Namun bagi turis asing tidak semuanya mau. Jikapun ada mereka karena terpaksa, dan beberapa kali ada yang masuk tetapi kemudian keluar lagi karena tidak sesuai yang dibutuhkan.

“Setiap high season, pada bulan Juni sampai September per hari bisa 500 turis manca yang datang. Kalau wisatawan lokal bisa 3.500 orang,” jelasnya.

Turis, kata Sutantio, butuh toilet duduk. Mereka merasa janggal jika harus menggunakan toilet jongkok yang ada. Sehingga pengelola memilih bekerjasama dengan operator aplikasi untuk merenovasi total pengelolaan toilet.

“Untuk sementara ini dua titik, dalam waktu dekat kami ajukan lagi tiga titik toilet standar internasional,” ujarnya.

CSO Jamban, Anggie Ariningsih, mengatakan renovasi dilakukan pada sisi kebersihan dan interior agar turis nyaman. Hal ini sangat dibutuhkan bagi turis asing. Bahkan juga ada fasilitas wifi, monitor space iklan dan music. Untuk menggunakannya, harus menggunakan aplikasi lewat ponsel berbasis Android. Pembayaran tidak dengan uang tunai, melainkan memakai koin yang nantinya akan memperoleh nomor pin untuk bisa membuka pintu toilet.

“Ini baru dilaunching, dan saat ini ada 10 unit di Yogyakarta,” jelas Anggie.

Kasubbag Umum Dinas Pariwisata DIY, Rahmat Suabadi, mengatakan pihaknya menggandeng berbagai pihak untuk menggenjot pembenahan toilet standar internasional di sejumlah objek wisata, terutama di kampung atau desa wisata. Diantaranya yang sedang dibangun di Desa Wisata Mangunan, Tebing Breksi. Sedangkan di homestay Nglanggeran ada 80 homestay dengan toilet internasional, per homestay subsidi Rp 5 juta.

“Sesuai standar internasional, harus ada toilet duduk, kamar mandi pakai shower, bersih, kering, wangi dan ada tisu, sabun,” tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: