Tambah 26 Kasus Covid-19 DIY Jadi 1.895, Terbanyak di Sleman

Kuntadi ยท Selasa, 15 September 2020 - 16:25 WIB
 Tambah 26 Kasus Covid-19 DIY Jadi 1.895, Terbanyak di Sleman
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

 
YOGYAKARTA, iNews.id – Kasus Covid-19 di DIY bertambah 26 sehingga total ada 1.895 orang yang terkonfirmasi positif, Selasa (15/9/2020). Kabupaten Sleman mendominasi kasus baru, yang mayoritas kasus dari kontak erak dengan pasien positif.

“Hasil pemeriksaan laboratorium terkonfirmasi positif 26, sehingga total ada 1.895 kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Pemda DIY dalam Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Selasa (15/9/2020).

Kasus baru ini terbanyak berasal dari Kabupaten Sleman dengan penambahan 13 kasus disusul Kulonprogo 12 kasus. Sementara di Kabupaten bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta masing-masing bertambah satu kasus.

Dinas Kesehatan telah melakukan penelusuran terhadap kasus baru. Hasilnya ada satu tenaga kesehatan dan satu hasil pemeriksaan mandiri. Selain itu ditemukan 13 kasus dari tracing kasus positif sebelumnya, dan empat pelaku perjalanan luar daerah.

“Masih ada lima kasus yang masih dalam penelusuran,” katanya.

Berty mengatakan, untuk pasien sembuh hari ini ada penambahan 15 kasus sehingga total ada 1.370 orang. Mereka berasal dari Kota Yogyakarta ada empat, Kabupaten Bantul ada delapan dan Kulonprogo dua serta Gunungkidul ada satu kasus. Sedangkan dari Kabupaten Sleman tidak ada laporan kesembuhan.

Hari ini, dari lima laboratorium yang ada melakukan pemeriksaan terhadap 492 sampel dari 425 orang. Total sampel yang sudah diperiksa sampai dengan hari ini ada 60.323 sampel dari 47.514 orang.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, saat ini kapasitas ruang isolasi di dua rumah sakit rujukan di Kulonprogo sudah penuh. Pasien positif yang tanpa gejala sudah ditempatkan di rumah singgah teratai. Untuk mengantisipasi kasus baru akan dikoordinasikan dengan pemerintahan di tingkat kecamatan.

“Kita akan korodinasi untuk siapkan shelter di setiap kecamatan,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi