get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemlu Pulangkan 9 WNI dari Kamboja, 7 Korban Online Scam

Terbongkar! Sindikat Love Scamming Internasional Beroperasi di Sleman, 6 Orang Ditangkap

Kamis, 08 Januari 2026 - 00:32:00 WIB
Terbongkar! Sindikat Love Scamming Internasional Beroperasi di Sleman, 6 Orang Ditangkap
Polresta Yogyakarta membongkar sindikat love scamming di Sleman yang beroperasi menggunakan aplikasi kencan daring palsu. (Foto: Humas Polri)

SLEMAN, iNews.id – Sindikat love scamming jaringan internasional dibongkar Polresta Yogyakarta. Praktik penipuan berkedok asmara ini terungkap setelah polisi melakukan operasi tangkap tangan di sebuah kantor perusahaan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Eva Guna Pandia mengatakan, pengungkapan sindikat love scamming di Sleman dilakukan di kantor PT Altair Trans Service yang berlokasi di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Senin (5/1/2026).

“Kantor itu diduga digunakan sebagai tempat dugaan tindak pidana love scamming,” ujar Kapolresta, Rabu (7/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial R (35) selaku CEO atau pemilik perusahaan, H (33) sebagai HRD, P (28) dan M (28) sebagai project manager serta V (28) dan G (22) sebagai team leader.

PT Altair Trans Service Cabang Yogyakarta diketahui bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China.

Kapolresta Yogyakarta menjelaskan, sindikat love scamming di Sleman menjalankan aksinya dengan memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan aplikasi kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW.

Dalam praktiknya, para pegawai perusahaan tersebut dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan dan menyesuaikan dengan negara asal korban.

Mereka bertugas melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau melakukan top up untuk mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.

“Penggunaannya adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia,” ucap Kapolresta.

Setelah korban mengirim gift, admin kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut