Terdampak Covid-19, Pemkab Bantul Kehilangan Potensi Pendapatan Rp5 Miliar dari Sektor Pariwisata

Kuntadi ยท Senin, 04 Mei 2020 - 13:48:00 WIB
Terdampak Covid-19, Pemkab Bantul Kehilangan Potensi Pendapatan Rp5 Miliar dari Sektor Pariwisata
Pantai Parangtrisis sepi dalam pandemi Covid-19 (foto ist/iNews)

BANTUL, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, berpotensi kehilangan pendapatan dari sektor pariwisata senilai Rp5 miliar. Pandemi Covid-19 telah menjadikan seluruh objek wisata ditutup untuk kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto mengatakan, sejumlah obyek wisata ke Bantul masih menjadi primadona bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Mulai dari Pantai Parangtritis, Hutan Pinus Mangunan dan beberapa objek wisata lainnya.

Semenjak dua bulan lalu, seluruh obyek wisata ini sudah ditutup untuk kunjungan wisatawan. Asumsinya akan kehilangan potensi pendapatan dari retribusi wisata yang nilainya hingga Rp5 miliar.

“Libur lebaran menjadi puncak pariwisata, kita asumsikan dua bulan ini kehilangan Rp5 miliar,” ujar Kwintarto kepada wartawan di Bantul, Senin (4/5/2020)

Selain potensi kehilangan dari sisi retribusi, penutupan obvyek wisata ini juga menjadikan target kunjungan wisatawan tidak akan tercapai. Rata-rata dalam satu tahun jumlah wisatawan yang datang di Bantul mencapai 9 juta orang. Dengan asumsi setiap orang berbelanja Rp100 ribu, maka kabupaten Bantul akan Kehilangan potensi pendapatan dari sisi sektor pariwisata sebanyak Rp900 miliar.

“Sektor wisata memang berdampak besar dalam perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, sektor pariwisata banyak mendorong lahirnya usaha baru yang digeluti masyarakat. Mulai dari jasa penginapan, homestay hingga oleh-oleh dan kerajinan. Kini, usaha mereka stagnan dan tidak memiliki banyak pendapatan.

Untuk meringankan beban para pelaku wisata, Kementerian pariwisata akan mengucurkan bantuan. Sampai saat ini tercatat sudah ada 3.422 pelaku wisata yang telah terdata sebagai calon penerima bantuan.

Sementara itu, pengusaha kuliner di Pantai Depok, Dardi Nugoroho mengatakan dampak pandemi Covid-19 cukup dirasakan para pelaku usaha. Usaha kuliner laut, tidak bisa berkembang. Tidak banyak wisatawan yang datang membuat mereka memilih menutup usahanya sementara waktu.

“Banyak yang beralih menjadi nelayan, tetapi harga ikan juga murah,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi