get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda DIY Kerahkan 21 Drone Pantau Arus Mudik Lebaran selama Operasi Ketupat Progo

Tokoh Masyarakat NTT, Papua dan Maluku Sepakat Jaga Keamanan Yogyakarta

Rabu, 06 Juli 2022 - 17:27:00 WIB
Tokoh Masyarakat NTT, Papua dan Maluku Sepakat Jaga Keamanan Yogyakarta
Kapolda DIY bertemu dengan tokoh NTT, Maluku dan Papua untuk menyelesaikan konflik Babarsari. (Foto: doc/Polda DIY)

SLEMAN, iNews.id - Kapolda DIY Irjend Pol Asep Suhendar bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat atau sesepuh perwakilan dari Maluku, NTT dan Papua, pascakerusuhan di Babarsari, Depok, Sleman. Semua sepakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah DIY.

Pertemuan ini dilaksanakan di Polda DIY, Rabu (6/7/2022). hadir dalam pertemuan ini perwakilan masyarakat dari ketiga daerah, yakni John S Keban (NTT), Daniel Damaledo (NTT), Hillarius Ngaji Merro (NTT), Jacky Latupeirissa (Maluku), Kristovel (Maluku), dan Pendeta Beny Dimara (Papua) dan Renaldy (Papua).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, dalam pertemuan ini kapolda meminta kepada masing-masing pihak untuk cooling down dan mempercayakan penangan kasus kepada Polda DIY. Semua pihak harus bisa menahan diri supaya penanganan bisa tuntas. 

“Percayakan kepada Polda DIY untuk tangani kasus, agar semuanya bisa tuntas,” katanya.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, Polda DIY akan melakukan penangan kasus sesuai ketentuan sehingga oknum dari masing-masing pihak yang terlibat akan diproses secara hukum. Untuk itulah agar masing-masing pihak proaktif membantu Polda DIY untuk percepatan penangan kasusnya.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas di DIY,” katanya.

Sementara itu, Jacky Latuperissa mengatakan dirinya sudah bertemu Kapolda DIY dan para tokoh masyarakat di NTT dan Papua. Permasalahan yang ada harus sudah selesai, dan ditangani oleh polisi. 

“Yogyakarta adalah Kota Pendidikan, Budaya dan istimewa yang harus dijaga,” ujarnya. 

Tokoh diaspora NTT John S Keban mengatakan, penanganan hukum dan perkara menjadi kewenangan kepolisian. Warga NTT yang ada di DIY harus bisa menjaga hubungan baik dengan seluruh masyarakat baik dari wilayah Timur Indonesia maupun dari daerah lain. 

“Kapolda menjamin seluruh keamanan, anak-anak NTT harus kembali ke kos, tidak boleh lagi ada sweeping,” katanya.

Para mahasiswa juga harus berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi dari medsos yang berisi hoaks. Keributan harus dihentikan, dan semuanya harus ikut mewujudkan keamanan dan ketertiban di DIY. 

“Percayakan semuanya kepada polisi, mari ciptakan kedamaian abadi,” ujarnya.

Sementara itu Pendeta Beny Dimara mengatakan, Kapolda DIY menjamin proses hukum dilaksanakan secara profesional terkait permasalahan yang ada. Mahasiswa untuk menjaga ketentraman dan kedamaian. 

“Semuanya harus tenang, berikan kewenangan kepada polisi,” katanya. 

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut