Tolak RUU HIP, Anggota DPR: Pancasila Sudah Final, Jangan Diperas seperti Jeruk

Kuntadi ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 22:45 WIB
Tolak RUU HIP, Anggota DPR: Pancasila Sudah Final, Jangan Diperas seperti Jeruk
Anggota DPR RI Gandung Pardiman Menyerahkan plakat berisi penolakan terhadap RUU HIP. Foto : kuntadi/iNews.id

BANTUL, iNews.idAnggota DPR RI Gandung Pardiman menolak rencana RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan upaya merongrong Pancasila. Pancasila sudah final dan tidak boleh diganggu gugat.

“Pancasila sudah final, tidak bisa disamakan dengan jeruk yang bisa diperas-peras,” kata Gandung dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Bantul, Minggu (28/6/2020).

Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh yang harus dijiwai dan menjiwai, karena merupakan hasil karya putra bangsa melalui perjanjian agung. Perjanjian ini dimotori oleh Muhammadiyah dan NU yang semakin menguatkan Indonesia dari kaum nasionalis dan religius.

Gandung mempersilakan bila Pancasila diperas kemudian dijadikan ciri khas organisasi. Namun hal itu tidak boleh dijadikan sebagai dasar negara yang dipaksakan untuk bangsa.

“Mari kita kendalikan diri, baik yang tidak setuju HIP maupun yang getol untuk membuat HIP,” kata Gandung yang merupakan Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) DIY ini.

Gepako juga merasa terusik dengan RUU HIP karena ada pihak-pihak yang ingin mengotak-atik dan memeras sila-sila dalam Pancasila menjadi trisila dan ekasila. Atas langkah ini, Gepako mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap.

Di antaranya Gepako menolak secara tegas RUU HIP dan minta DPR untuk menghapus dari Program Legislasi Nasional. RUU HIP tidak ada urgensinya dan justru akan merendahkan martabat Pancasila.

Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara yang sah seperti dalam pembukaan UUD 1945. Gepako mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam menegakkan Pancasila dan UUD 1945.

Untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, PMP hendaknya dapat dijadikan mata pelajaran wajib pada semua jenjang pendidikan. Demikian pula tentang sejarah pemberontakan dan pengkhianatan PKI.

Gepako bersama elemen pembela Pancasila lainnya selalu siap bersama-sama dengan TNI menjaga, mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gepako juga akan mendukung kepolisian dalam menindak oknum yang melakukan perbuatan melawan hukum, termasuk menyebarkan paham-paham yang bertentang dengan ideologi dan dasar negara.

“Semua pihak agar senantiasa waspada terhadap bahaya laten komunis yang sewaktu-waktu dapat muncul dengan berbagai bentuk dan cara yang berbeda,” katanya.

Terkait pelaksanaan pilkada di Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Sleman, Gepako akan mendukung calon bupati dan calon wakil bupati yang tidak akan mengutik-utik dan memeras Pancasila menjadi trisila maupuan ekasila serta mengembangkan paham-paham lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.‎


Editor : Kuntadi Kuntadi