UMP DIY Disepakati Rp1,570 Juta, Ini Rincian di Kabupaten/Kota-nya

Kuntadi ยท Senin, 29 Oktober 2018 - 17:58 WIB
UMP DIY Disepakati Rp1,570 Juta, Ini Rincian di Kabupaten/Kota-nya
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Besaran upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di DIY sudah rampung dirumuskan. Untuk UMP DIY tahun 2019, disepakati Rp1,570 juta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY akan melakukan beberapa survei untuk menghitung besaran kebutuhan hidup layak (KHL) dalam penyusunan UMP 2020 mendatang. Khususnya untuk variabel nonpangan agar tidak menjadi yang termurah.

“UMP ini akan ditetapkan pada 1 November nanti, sedangkan untuk UMK pada 2 atau 3 November,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi di Bangsal Kepatihan, Senin (29/10/2018).

UMP dan UMK ini akan resmi berlaku pada 1 Januari 2019. Besaran UMP DIY sebesar Rp1,570 juta. Sementara UMK Yogyakarta Rp1,846 juta, Kabupaten Sleman Rp1,701 juta, Kabupaten Bantul Rp1,649 juta, Kabupaten Kulonprogo Rp1,613 juta dan Gunungkidul Rp1,572 juta.

“Dasarnya penerapan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2015 tentang pengupahan,” ujarnya.


Menurut Andung, dalam penerapan ini ada beberapa instruksi yang menjadi catatan yang akan dipakai untuk penyusunan UMK 2020 mendatang. Salah satunya rekomendasi dalam penyusunan KHL, khususnya komponen nonpangan agar lebih dinamus. Selama ini komponen ini paling rendah di Indonesia sehingga perlu ada penyesuaian dengan kondisi realita di pasaran.

“Harus dipelajari komponen nonpangan-nya agar bisa lebih dinamis. Kalau merubah rumus tidak mungkin,” ucapnya.

Dicontohkannya, untuk sarung bantal harga yang ditentukan jangan menggunakan harga yang paling murah setara dengan karung goni. Namun harus yang lebih ideal dengan kondisi di pasaran. “Kalau itu diperhitungkan harapannya kaitan kemiskinan bisa ditekan,” ujarnya.

Di DIY, perhitungan upah tetap menggunakan pendekatan tripartite. Melibatkan buruh, pemerintah dan pengusaha. Namun hasil survei yang ada besarnya berbeda-beda.

Sekretaris Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi mengatakan, perhitungan UMP ataupun UMK di DIY jika mendasarkan PP tentang pengupahan sangatlah rendah. Upah itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak buruh. Sesuai hasil survei KHL yang dilakukan oleh DPD KSPSI, upah buruh di DIY idealnya Rp2,29 juta.


Editor : Donald Karouw