Unik, Dosen dan Mahasiswa UMY Kampanye Lingkungan di India Lewat Pertunjukan Budaya

Kuntadi ยท Jumat, 02 Desember 2022 - 13:45:00 WIB
Unik, Dosen dan Mahasiswa UMY Kampanye Lingkungan di India Lewat Pertunjukan Budaya
Dosen UMY Puthtu Ardiyanto mengenalkan kain eco print yang ramah lingkungan. (foto: istimewa)

BANTUL, iNews.id - Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Puthut Ardianto ikut berpartisipasi dalam program Reimagine and Reconnect: Indo-Pacific synergies through the lens of culture yang diselenggarakan Asia Confluence dan Consulate General America di Kolkata, India pada bulan November kemarin.  Acara ini diikuti perwakilan dari sembilan negara yang sebelumnya lolos seleksi proposal pada tahun 2021.  

Menurut Puthut dalam pertemuan ini dibahas berbagai topik, mulai dari perdagangan, maritim hingga isu lingkungan dan ekonomi. Uniknya, pembahasan ini melalui pertunjukkan budaya. 
  
“Tujuan pertemuan sesama negara di Indo Pacific ini bisa menemukan kesamaan dan bisa saling terhubung satu sama lain untuk menjawab isu-isu global tersebut,” ujar Puthut, Jumat (2/12/2022). 

Selain sebagai dosen, Puthut selama ini aktif dalam Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) dan menjabat sebagai ketua umum. Dalam pertemuan ini Puthut mengangkat tema lingkungan dan ekologi, bagaimana isu lingkungan dipresentasikan dalam pementasan budaya, yang selanjutnya dibahas para praktisi dan akademisi yang ahli di bidangnya. 

Pada pentas budaya ini, Puthut mengangkat Renja Dewangga, an eco-fashion and cultural walk. Renja dalam Bahasa Latin berarti daun, sedangkan Dewangga dalam Bahasa Sansekerta diartikan kain yang indah. Pertunjukan ini merupakan kombinasi antara tembang Macapat, tari klasik gaya Yogyakarta, dan parade eco-fashion. 

Saat awal tampil Puthut membawakan tembang macapat Pangkur yang digubah dalam Bahasa Inggris, selanjutnya memainkan dua tokoh wayang Rama dan Sinta dengan membawakan dialog menyikapi isu-isu lingkungan yang sempat terjadi di Indonesia. Salah satunya mengangkat trend fast fashion di kalangan masyarakat dan ketidakpedulian akan limbah fashion yang dihasilkan.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsYogya di Google News

Bagikan Artikel: