Untung Lebih Tinggi, Bawang Merah Organik Banyak Dikembangkan Petani Bantul

Kuntadi ยท Senin, 13 Juli 2020 - 18:20 WIB
Untung Lebih Tinggi, Bawang Merah Organik Banyak Dikembangkan Petani Bantul
Petani bawang merah di Bantul kembangkan bawang merah organik. (Foto : istimewa)

BANTUL, iNews.id – Petani di Dusun Nawungan 1 dan 2 Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, mengembangkan tanaman bawang merah organik. Petani mendapatkan keuntungan lebih tinggi, karena harga jualnya lebih mahal.

“Produktivitas bawang merah organik ini, sekitar 12 ton per hektare,” kata Ketua Gapoktan Lestari Mulyo, Dusun Nawungan, Juwari, Senin (13/7/2020).

Untuk mengembangkan tanaman ini, petani harus mengeluarkan biaya lebih. Salah satunya untuk menaikkan air untuk menyiram tanaman. Sementara lokasinya berada di perbukitan yang tidak gampang mendapatkan air.

“Solusinya petani membuat sumur bor dan dipompa dengan mesin untuk dialirkan ke lahan,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim yang meninjau panen raya langsung memborong bawang merah petani. Dia membeli sekitar 1 kuintal dengan harga per kilogram mencapai Rp30.000.

“Kita tadi borong sekitar 100 kilogram lebih sedikit,” kata Agus.

Politisi PKB ini mengatakan, bawang merah organik dari petani di Dusun Nawungan layak untuk dijadikan produk unggulan Bantul. Saat ini ada dua sistem yang dikembangkan yakni, sistem organik dan semi organik.

“Bawang merah organik ini harus menjadi produk unggulan komoditas hortikultura di Bantul,” katanya.

Keunggulan bawang merah organik, akan lebih bertahan lama dalam kondisi kering. Umbinya juga akan utuh dan tidak mudah kempes.


Editor : Kuntadi Kuntadi