Waspada! DBD di Bantul Bertambah 310 Kasus dalam Sebulan

Agregasi Harianjogja ยท Rabu, 13 Mei 2020 - 09:10 WIB
Waspada! DBD di Bantul Bertambah 310 Kasus dalam Sebulan
Ilustrasi DBD. (Foto: Okezone)

BANTUL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD), di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Di Bantul tercatat kasus DBD mencapai 310 kasus perbulannya.

Data Dinas Kesehatan Bantul mencatat, kasus DBD sejak Januari sampai akhir April atau selama empat bulan terjadi 726 kasus DBD. Padahal pada akhir Maret lalu kasus demam berdarah masih di angka 416 kasus. Artinya selama sebulan telah terjadi penambahan sebanyak 310 kasus DBD.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan kasus DBD menjadi persoalan rutin tiap tahun yang harus ditekan penyebarannya. Salah satu yang bisa dilakukan warga yakni dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Warga masyarakat tetap harus membiasakan PHBS dan membersihkan tempat-tempat yang potensial berkembangnya nyamuk di wilayah masing-masing. Jangan menyepelekan persoalan DBD,” kata Helmi dilansir dari Harianjogja.com, Rabu (13/5/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Pengakit Dinas Kesehatan Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, dari 726 kasus DBD yang terjadi di Bantul sebagian besar tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Bantul sebanyak 86 kasus, Sewon 73 kasus, dan Piyungan 70 kasus.

“Untuk kasus kematian belum ada pelaporan,” kata Sri Wahyu.

Ketiga kecamatan tersebut merupakan wilayah padat penduduk. Dia meminta masyarakat agar selama pandemi Covid-19 ini tetap melakukan pemantauan dan pemberantasan tempat-tempat perindukan nyamuk dengan pola minimal 3M plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur, serta menabur bubuk larvasida jika dibutuhkan.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Dalam Sebulan, DBD di Bantul Bertambah 310 Kasus"


Editor : Nani Suherni